Ekonomi, Fintech & UMKM

Tak Tinggalkan UKM, Plaza Malioboro Mall Tawarkan Konsep Baru

  • YOGYA , Jogjaaja com - PT Setia Mataram Tritunggal (SMT) sebagai pengelola Plaza Malioboro Yogyakarta tetap menggandeng UKM sebagai partner berkesinambunga
Ekonomi, Fintech & UMKM
Ties

Ties

Author

YOGYA , Jogjaaja com - PT Setia Mataram Tritunggal (SMT) sebagai pengelola Plaza Malioboro Yogyakarta 
tetap menggandeng UKM sebagai partner berkesinambungan sekaligus mengambangkan potensi ekonomi di Yogyakarta.

Juru Bicara Plaza Malioboro Yogyakarta Surya Ananta menjelaskan pihaknya mengadakan pameran di Atrium bertajuk Sekati Ing Mall pada 5-10 Oktober 2022 yang menyajikan produk unggulan pelaku IKM seperti kerajinan, fashion dan beragam macam kuliner khas Yogyakarta oleh Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Yogyakarta. Selain itu, ada Jogja PDN Expo Mangunbagya pada 13-16 Oktober 2022.

Even ini diadakan oleh Perdagangan Dalam Negeri, Pariwisata dan Investasi Daerah dengan menampilkan berbagainproduk unggulan daerah seperti fashion craft, culinary pesta budaya nusntra dan city tour. Termasuk peluang investasi daerah.

 

"Kami juga ada berbagai macam program tenant seperti di Matahari Departement Store, The Body Shop hingga Mc Donald Big Mac Beef Rasher seharga Rp74.500. Ke depan semua program yang ada di Plaza Malioboro Mall sejalan dengan upaya Pemprop DIY untuk menata ulang wajah di Malioboro," kata Surya Ananta.

Surya Ananta yang juga General Manager Plaza Ambarrukmo ini
menjelaskan Plaza Malioboro Yogyakarta dan satu hotel telah dikelola oleh pihaknya sejak 13 September 2022 karena berakhirnya masa kontrak selama 30 tahun pada 12 September 2022.

Kedua aset itu akhirnya disewakan oleh Pemda DIY kepada PT SMT dan penndatanganan kontrak telah dilakuka di Komplek Kepatihan Yogyakarta.
Namun, kata Surya Ananta pihaknya bersama tenant terus mencari konsep tepat dalam pengembangan Plaza Malioboro Yogyakarta satu tahun mendatang. Termasuk memberikan benefit bagi para UKM yang akan mengikuti berbagai pameran sehingga kehadiran Plaza Malioboro Yogyakarta memberi dampak positif bagi semua pihak.

"Untuk masalah tenant juga akan didiskusikan kembali. Namun, apa yang sudah baik dan berjalan selama ini tinggal melanjutkan saja. Kami juga akan bersinergi dengan banyak pihak, termasuk mengetahui keinginan wisatawan mancanegara dan lokal sehingga dampak positif dari hadirnya  Plaza Malioboro Yogyakarta bisa dirasakan semua pihak," imbuhnya.

Dia menjelaskan diantara banyak brand internasional yang ada di Plaza Malioboro Yogyakarta tetap akan memberikan kesempatan produk lokal dengan kualitas bagus. Hal ini akan memberikan suasana berbeda bagi pengunjung dan semua proses ini masih terus berjalan.

"Masih ada produk lokal di sudut-sudut Plaza Malioboro Yogyakarta. Kami juga ingin memberi pengalaman bagi pengusaha lokal seperti bagaimana cara berjualan dan display yang baik. Hal ini menjadi kesatuan yang tidak terpisah. Kami akan terus menata, mengembangkan dan satu tahun ke depan menjadi masa persiapan menuju jangka panjang," lanjut  Surya Ananta.


Dia menambahkan PT SMT merupakan anak perusahaan Ambarrukmo Group yang berdiri sejak tahun 2004 dan telah berpengalaman mengelola tiga pusat perbelanjaan dan tiga hotek di Propinsi DIY. Properti pertama yang dikelola adalah Plaza Ambarukmo selama 16 tahun dan memiliki 280 tenant, lalu mengelola hotel bintang lima Royal Ambarrukmo pada tahun 2010, hotel bintang empat grand ambarrukmo pada tahun 2017 dan Porta By Ambarrukmo sebagai hotel bintang empat pada tahun 2020.

“Pulihnya jumlah wisatawan dan ekonomi Yogyakarta memberi dorongan kuat bagi operasional bisnis mall dan hotel untuk kembali menjadi mercusuar pusat wisata Propinsi DIY.”


"Sinergi baik antara pemerintah,swasta dan masyarakat, kami berharap ekosistem di Malioboro bisa berkembang lebih pesat sehingga DIY menjadi pusat wisata internasional," pungkasnya. (*)