
Terdampak Relokasi, Pendorong Gerobak PKL Malioboro Minta Perhatian Pemerintah
- YOGYA, Jogjaaja.com - Sejumlah pendorong gerobak PKL Malioboro mengadu ke Pemerintah Kota Yogya imbas terdampak dari kebijakan relokasi PKL ke tempat baru
Jogja
YOGYA, Jogjaaja.com - Sejumlah pendorong gerobak PKL Malioboro mengadu ke Pemerintah Kota Yogya imbas terdampak dari kebijakan relokasi PKL ke tempat baru.
Mereka yang tergabung dalam Paguyuban Pendorong Gerobak Malioboro (PPGM) itu minta pemerintah memberikan kompensasi karena kehilangan sumber pendapatan.
Ketua PPGM, Kuat Suparjono menyebutkan bahwa, sejak PKL direlokasi ke tempat baru pada 1-7 Februari ini pihaknya otomatis kehilangan pekerjaan. Dulu saat PKL masih menempati lapak lama di lorong pertokoan Malioboro, profesi pendorong gerobak masih dibutuhkan untuk mengangkat jualan pedagang ke gudang.
Oleh karenanya, Kuat meminta agar Pemkot Yogya juga memikirkan nasib para pendorong gerobak. Sebab, dari anggota paguyuban bahkan ada yang telah berkecimpung di profesi itu selama puluhan tahun. Sehingga sangat merasakan dampak dari relokasi PKL Malioboro.
- Mantap! Honda Civic Raih Car of the Year Di Amerika Utara
- Sukses Digelar, Yogyakarta Endemic Pigeon Festival 2022 Juga Diikuti Peserta dari Luar DIY
- Hadirkan Layanan Belanja Online Bagi 8 Ribu Desa, Startup Social Commerce Dagangan Siap Ekspansi ke Wilayah Lain
"Sejak PKL direlokasi otomatis kami kehilangan sumber pendapatan, jadi teman-teman anggota ya serabutan saja di mana-mana asal ada pendapatan," katanya, Senin (7/2).
Dia meminta agar pemerintah menyediakan fasilitas berupa jatah lapak atau bentuk kompensasi lain bagi pendorong gerobak. Misalnya saja jadi tenaga lepas di bagian keamanan dan kebersihan di Teras Malioboro I dan II. Dengan demikian, pendorong gerobak masih bisa memperoleh sumber pendapatan dari adanya penataan di kawasan Malioboro.
"Kami minta aspirasi kami didengar dan jangan dibohongi terus, karena pendorong gerobak itu satu-satunya sumber pendapatan kami," ujarnya.
Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Pemkot Yogya, Kris Sarjono mengatakan, pihaknya akan menampung berbagai usulan yang disampaikan oleh paguyuban itu. Ke depan, Pemkot Yogya bersama sejumlah instansi pemerintah lainnya bakal saling berkoordinasi guna mengkaji dampak ikutan yang pendorong gerobak rasakan akibat adanya relokasi.
- Barongsai Air dan Red Bubble Foam Party Meriahkan Festival Imlek Jogja Bay 2022
- Sejarah Imlek di Indonesia :Dilarang oleh Soeharto, Dicabut oleh Gus Dur dan Ditetapkan Megawati Menjadi Hari Libur Nasional
- Buka Cabang Baru di Kotabaru, House of Donatello Tawarkan Diskon Menarik
"Kita tampung semua usulan dan juga masukan dari anggota paguyuban. Tapi tentu semuanya yang berkaitan dengan Malioboro dilaksanakan dengan bertahap. Kita janji akan selesaikan persoalan ini, akan kami komunikasi kan ke Pemda dan UPT Malioboro bagaimana teknis ke depan," kata Kris. (Anz)
