
Ternyata Ini Alasan Pecinan Dominan Warna Merah dan Kuning
- Pernahkah terpikir di benakmu kenapa Kawasan Pecinan identik dengan warna merah dan kuning?
Jogja
YOGYAKARTA, Jogjaaja.com – Pernahkah terpikir di benakmu kenapa Kawasan Pecinan identik dengan warna merah dan kuning?
Usut punya usut, masyarakat Tionghoa mengaitkan warna merah menjadi warna keberuntungan, kesenangan, keberhasilan, dan pembawa nasib baik. Sedangkan warna kuning keemasan menandakan netralitas dan keberuntungan. Selain itu, menurut pepatah kuno Tiongkok, warna kuning menghasilkan Yin dan Yang. Itu artinya, kuning adalah pusat dari segala hal.
- Diprediksi Terus Meningkat, Presiden Jokowi Minta Waspada Omicron
- Selain Imlek, Inilah Daftar Hari Libur Nasional dan Hari Besar yang Jatuh Pada Februari 2022
- Merayakan Imlek, Biasanya Masyarakat Yogyakarta Mengunjungi Tempat Ini
Salah satu daerah Pecinan yang mahsyur di Jogja adalah Kampung Ketandan. Daerah yang terletak di kawasan Malioboro ini ternyata memiliki sejarah panjang.
Nama Ketandan berasal dari kata "tondo" atau julukan untuk petugas pajak waktu itu. Dahulu, Ketandan merupakan tempat pemukiman para pejabat pajak dan sejak 1990-an berkembang menjadi area perdagangan.
- Daftar Lengkap 155 Orang Lolos Seleksi Calon Anggota Dewan Komisioner OJK 2022-2027
- Luhut Sebut Kasus Omicron Bisa 3 Kali Lebih Besar dari Puncak Delta
- HET Minyak Goreng Baru di Februari, Disdag Jamin Ketersediaan dan Distribusi Aman
Dulu daerah ini juga menjadi tempat bermukim Kapiten Tionghoa bernama Tan Jing Sing yang diangkat menjadi bupati oleh Sri Sultan Hamengku Buwono II.
Kampung Ketandan menjadi salah satu simbol akulturasi, bahwa di Jogja kita dapat menemukan keberagaman dan toleransi.
