Suasana di Kampung Ketandan, Yogyakarta.
Jogja

Ternyata Ini Alasan Pecinan Dominan Warna Merah dan Kuning

  • Pernahkah terpikir di benakmu kenapa Kawasan Pecinan identik dengan warna merah dan kuning?
Jogja
Tyo S

Tyo S

Author

YOGYAKARTA, Jogjaaja.com – Pernahkah terpikir di benakmu kenapa Kawasan Pecinan identik dengan warna merah dan kuning? 

Usut punya usut, masyarakat Tionghoa mengaitkan warna merah menjadi warna keberuntungan, kesenangan, keberhasilan, dan pembawa nasib baik. Sedangkan warna kuning keemasan menandakan netralitas dan keberuntungan. Selain itu, menurut pepatah kuno Tiongkok, warna kuning menghasilkan Yin dan Yang. Itu artinya, kuning adalah pusat dari segala hal.

Salah satu daerah Pecinan yang mahsyur di Jogja adalah Kampung Ketandan. Daerah yang terletak di kawasan Malioboro ini ternyata memiliki sejarah panjang. 

Nama Ketandan berasal dari kata "tondo" atau julukan untuk petugas pajak waktu itu. Dahulu, Ketandan merupakan tempat pemukiman para pejabat pajak dan sejak 1990-an berkembang menjadi area perdagangan.  

Dulu daerah ini juga menjadi tempat bermukim Kapiten Tionghoa bernama Tan Jing Sing yang diangkat menjadi bupati oleh Sri Sultan Hamengku Buwono II.

Kampung Ketandan menjadi salah satu simbol akulturasi, bahwa di Jogja kita dapat menemukan keberagaman dan toleransi.