Jogja

Ternyata Letnan Komarudin Sempat Dituding Makar Hingga Memilih Menjadi Preman

  • YOGYA, Jogjaaja.com - Letnan Komarudin, nama ini begitu populer pada masa perjuangan melawan penjajah di Yogyakarta. Unik dan nyentrik sekaligus dikenal sakti,
Jogja
Ties

Ties

Author

YOGYA, Jogjaaja.com - Letnan Komarudin, nama ini begitu populer pada masa perjuangan melawan penjajah di Yogyakarta. Unik dan nyentrik sekaligus dikenal sakti, pas untuk menggambarkan karakter yang divisualkan selalu memakai pet hitam dalam film perjuangan 'Janur Kuning' di era 80an.

Daud Sinjal Dalam buku Laporan Kepada Bangsa: Militer Akademi Yogya menyebutkan Letnan Komarudin pernah dituduh terlibat dalam pemberontakan DI/TII yang dipimpin Sekarmaji Marijan Kartosoewiryo.

Seperti dikutip dari Liputan6.com dalam buku itu dijelaskan, vonis itu muncul ketika kompi Komarudin (saat itu berpangkat kapten) pada tahun 1950-an dikirim ke Malangbong, Garut, untuk menumpas pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII). Namun, Kapten Komarudin bukannya berperang, ia malah asyik memilih "ngopi-ngopi bareng" pasukan DI/TII.

Barangkali Komarudin merasa jengah berperang dengan para gerilyawan DI/TII yang sebagian merupakan rekannya saat aktif di Laskar Hizbullah. Malah di antaranya ada juga yang pernah satu perguruan dengannya saat belajar agama dan kanuragan.

"Akibatnya Mbah Komar dan pasukannya ditarik kembali ke Yogya. Sampai di markasnya Mbah Komar dan kompinya langsung dipecat secara massal," kata Prianto dalam buku itu. Ia masih memiliki garis keturunan sebagai cucu dari Komaruddin.

Dalam bukunya itu, Daud Sinjal menuliskan bahwa hasil penyelidikan lanjutan menunjukkan bahwa tuduhan terhadap Komarudin ternyata tidak benar. Namanya juga direhabilitasi.

Namun, sebagaimana karakter rehabilitasi yang butuh proses lebih lama, ternyata tak membuat kariernya sebagai tentara mulus. Beberapa saat setelah ia mendapat rehabilitasi, secara resmi Komaruddin mundur dari ketentaraan. Ia tidak aktif di ketentaraan pada 1960-an.

Komarudin kemudian memilih dunia jalanan sebagai jalur hidupnya. Di Kotagede, namanya terkenal sekaligus disegani. Ia dikenal sebagai "preman" baik hati dan suka menolong. "Tempat tongkrongan favoritnya di samping pabrik susu SGM," kata Priyanto.

 

Priyanto bercerita bahwa ketika dirinya masih muda selalu ngobrol dengan Komaruddin yang dalam kesehariannya doyan memakai topi koboi itu. (*)