
Tiga Pasar di Jawa Tengah Rampung Direhab Kementerian PUPR
- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan rehabilitasi tiga pasar di Provinsi Jawa Tengah, yaitu Pasar Legi Surakarta, Pasar Banyumas, dan Pasar Gede Klaten.
News
JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Tengah Direktorat Jenderal Cipta Karya telah menyelesaikan rehabilitasi tiga pasar di Provinsi Jawa Tengah.
Tiga pasar yang direhabilitasi tersebut adalah Pasar Legi Surakarta, Pasar Banyumas, dan Pasar Gede Klaten. Rehabilitasi ketiga pasar di Jawa Tengah tersebut dilakukan pada 2020-2021.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan rehabilitasi pasar dilakukan untuk meningkatkan fungsi pasar sebagai sarana perdagangan masyarakat agar menjadi bangunan yang nyaman, aman, bersih, tertata dan lebih estetis.
“Diharapkan infrastruktur pasar yang berkualitas dapat dirasakan langsung manfaatnya, terutama menjamin distribusi bahan pokok,” jelas Menteri Basuki Hadimuljono dalam keterangan resmi seperti dikutip dari TrenAsia.com, jaringan berita Jogjaaja.com Selasa, 28 Desember 2021.
- Resolusi Anti Mainstream 2022, Lebih Sering Main ke Hutan
- Ga Sulit Kok, Begini Cara Menghapus Ribuan Pesan Sekaligus
- Diusulkan ITS, Rumah Hybrid Jadi Permukiman Pasca-Erupsi Semeru
- SMART Teacher Upaya Tingkatkan Kompetensi Tenaga Pendidik Indonesia
- Serikat Pekerja Pertamina Ancam Mogok Kerja, Desak Dirut Dicopot
- Tutup Tahun 2021, Layanan BBM Satu Harga Pertamina Sentuh 321 Titik
- Tutup 2021 Dengan Optimistis, ARCI Yakin Jadi Kontributor Cadangan Bijih Emas Terbesar 2022
Rehabilitasi yang pertama dilakukan adalah di Pasar Legi Surakarta yang pernah dua kali terbakar pada 2018 dan 2020.
Rehabilitasi salah satu pasar terbesar di Surakarta ini memakai konsep green building dan sudah mendapatkan sertifikat Bangunan Gedung Hijau (BGH) Tingkat Pratama.
Pasar Legi Surakarta ini direhabilitasi di atas lahan seluas 21,9 ribu meter persegi (m2) dan luas bangunan sebesar 31 ribu meter persegi (m2).
Rehabilitasi Pasar Legi Surakarta menghabiskan anggaran dana senilai Rp114,7 miliar yang dikerjakan oleh kontraktor PT Pembangunan Rumah Perumahan Urban (Persero) dan PT Yodya Karya (Persero) dengan ruang lingkup pekerjaan renovasi secara menyeluruh.
Kemudian, rehabilitasi kedua di Pasar Banyumas yang memiliki dua lantai dan telah menerapkan konsep Building Information Modelling (BIM).
Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) PUPR No. 22 tahun 2018 tentang Pembangunan Gedung Negara yang mewajibkan digunakannya BIM untuk bangunan gedung negara seluas di atas 2.000 meter persegi (m2) dan lebih dari 2 lantai.
- Warung Kembang Kates Sajikan Ikan Bakar Khas Sulawesi
- Sudah Dibuka, Menikmati Keindahan Air Mancur di Taman Monjali
- Hujan Merata Mengguyur Seluruh Wilayah DIY
Rehabilitasi Pasar Banyumas dilakukan oleh kontraktor PT Anugrah Mitra Kinasih dan konsultan PT Ciria Expertindo Consultant kerja sama operasi (KSO) PT Dieng Agung, yang menghabiskan anggaran dana Rp17,6 miliar.
Selanjutnya, rehabilitasi ketiga adalah Pasar Gede Klaten. Anggaran untuk tahap I sebesar Rp4,7 miliar, yang terdiri dari pembangunan Zona 3 sebanyak 47 unit kios dan Zona 4 sebanyak 32 unit kios.
Adapun untuk tahap II, terdiri dari pembangunan gedung setinggi tiga lantai yang terdiri dari Blok A dan Blok B. Pembangunan tahap II ini telah dimulai pada Desember 2021 dan dikerjakan oleh kontraktor PT Karya Bangun Mandiri Persada dengan anggaran sebesar Rp81 miliar, serta Konsultan Manajemen Konstruksi PT Gapssary Mitra Kreasi KSO PT Manggalakarya Bangun Sarana dengan anggaran sebesar Rp1,7 miliar. (*)
