
Tingkatkan Pasar Bagi Pelaku UMKM, Pemkab Bantul Berkolaborasi dengan PT Agung Podomoro Group
- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menggelar gathering usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan PT Agung Podomoro Group. Kegiatan ini diikuti oleh beberapa pelaku UMKM batik, jeans, dan minuman herbal.
Bantul
YOGYAKARTA, Jogjajaa.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menggelar gathering usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan PT Agung Podomoro Group. Kegiatan ini diikuti oleh beberapa pelaku UMKM batik, jeans, dan minuman herbal.
Gathering ini bertujuan dalam memulihkan perekonomian masyarakat terutama dalam hal peningkatan pasar bagi para pelaku UMKM yang berada di Bantul. Kolaborasi Pemkab Bantul berkolaborasi dengan PT Agung Podomoro Group ini dilakukan dengan menerjunkan langsung para pelaku UMKM batik dan jeans yang berada di Bantul untuk membuka pasar di Pusat Perdagangan Mangga 2 Square Jakarta.
- Cukup dari Rumah, Begini Cara Daftar Tabungan Emas di Pegadaian
- 3 Produk Herbal Ini Bantu Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
- Masyarakat Hidup Sederhana Jadi Penyebab Tingginya Tingkat Kemiskinan di Kulon Progo
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyampaikan bahwa usaha Pemerintah Kabupaten Bantul dalam memulihkan perekonomian tidak menutup kemungkinan akan menciptakan suatu kerumunan. “Namun kita tetap harus bangkit dari keterpurukkan agar perekonomian tetap berjalan dan meningkat kembali, maka dengan besarnya potensi ekonomi kreatif yang dimiliki oleh Kabupaten Bantul sudah selayaknya mendapatkan peluang pasar yang lebih besar,” tutur Abdul Halim selaku Bupati Bantul, Rabu (2/2).
Ida Bagus Ketut Kusumajati yang merupakan perwakilan dari PT Agung Podomoro Group menjelaskan beberapa hal antara lain, prosedur untuk bergabung dalam membuka pasar di Pusat Perdagangan Mangga 2 Square, dan juga beberapa fasilitas seperti akomodasi, transportasi dan lain sebagainya secara gratis dalam kurun waktu tertentu.
“Ingin mengangkat kembali UMKM yang selama dua tahun terpuruk akibat pandemic, dan program ini hanya berlaku untuk orang-orang yang berani dan memiliki mindset kaya atau mindset berhasil, bukan mindset miskin,” ungkap Ida Bagus. (*)
