Ekonomi, Fintech & UMKM

Tumbuh 5,1 Persen di 2021, Dana Investasi Kelolaan Industri Asuransi Jiwa Tembus Rp530,7 Triliun

  • Dana tersebut ditempatkan mayoritas (31%) ditempatkan di reksadana, disusul saham (28%), obligasi pemerintah atau SBN (21%), deposito (8%), dan sukuk korporasi (7%).
Ekonomi, Fintech & UMKM
Ties

Ties

Author

JAKARTA -Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat dana investasi yang dikelola perusahaan anggotanya mencapai Rp530,71 triliun di tahun 2021, naik 5,1% dibanding tahun 2020 yang sebesar Rp504,87 triliun. 

Dana tersebut ditempatkan mayoritas (31%) ditempatkan di reksadana, disusul saham (28%), obligasi pemerintah atau SBN (21%), deposito (8%), dan sukuk korporasi (7%).

Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon menyatakan dana investasi kelolaan tersebut menghasilkan hasil investasi sebesar Rp26,01 triliun, atau tumbuh 44,7% dibanding hasil investasi pada tahun 2020 sebesar Rp17,97 triliun. 

Selain dipengaruhi oleh pertumbuhan IHSG sekitar 10,1% (y-on-y) di 2021, pertumbuhan kinerja hasil investasi asuransi jiwa juga dipengaruhi oleh pendapatan premi asuransi yang ditempatkan di produk investasi atau unitlink.

Menurut Budi, penempatan dana kelola investasi turut berkontribusi pada pembangunan negara dalam bentuk obligasi, sukuk, dan Surat Berharga Negara (SBN). 

Walaupun persentase nya baru 20,3%, masih dibawah anjuran pemerintah sebesar 30%. Kekurangan penempatan dana investasi di produk SBN ini disebabkan oleh keterbatasan produk yang tersedia untuk dapat diserap oleh industri. 

“Tahun 2021, portofolio investasi yang ditempatkan di SBN mencapai Rp107,54 triliun, naik 25,9% dibanding tahun 2020 yang sebesar Rp85,43 triliun,” kata dia di sela bincang-bincang dengan media, Rabu, 9 Maret 2022 seperti dikutip dari laman resmi TrenAsia.com jaringan media Jogjaaja.com.

Ditambahkan Budi, penempatan dana kelola investasi memiliki peranan penting dalam menjaga stabilitas pasar modal. Pada tahun 2021, total penempatan dana pada instrumen saham dan reksadana mencapai total Rp316,56 triliun atau meningkat sebesar 2,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp313,21 triliun.  

“AAJI terus berupaya untuk selalu mempertahankan kinerja positif sehingga industri mampu memberikan kontribusi yang masif dalam perekonomian di Indonesia."

"Kami optimis, kedepannya AAJI akan terus konsisten meraih capaian positif untuk meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga dan menjaga kestabilan ekonomi serta pembangunan nasional,” tambah Budi. (*)