
Tumbuh Dua Digit, Industri Pengolahan Kerek Pertumbuhan Ekonomi RI di Kuartal I-2024
- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kontribusi industri pengolahan pada kuartal I-2024 bertumbuh sebesar 19,28 persen secara tahunan (year on year) dan menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi saat ini.
Ekonomi
JAKARTA, Jogjaaja.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kontribusi industri pengolahan pada kuartal I-2024 bertumbuh sebesar 19,28 persen secara tahunan (year on year). Angka ini sekaligus menjadikan industri pengolahan sebagaikontributor terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi saat ini.
Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, dari sisi pertumbuhan, industri pengolahan tumbuh 4,13% yoy pada kuartal pertama tahun ini atau lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,43% yoy.
“Hal ini dipengaruhi oleh permintaan domestik dan luar negeri yang masih kuat,” kata Amalia dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS dilansir Selasa, 7 Mei 2024.
Sementara itu, industri pengolahan nonmigas tumbuh 4,64% yoy atau lebih tinggi dari kuartal I-2023 lalu yang tumbuh 4,67% terhadap PDB RI. Tak ketinggalan kata Amalia, industri logam dasar tumbuh 16,57% yoy pada kuartal I-2024 atau lebih tinggi dari periode tahun lalu 15,51% yoy.
Peningkatan ini didorong oleh peningkatan permintaan luar negeri, seperti logam dasar besi dan baja. Pertumbuhan positif juga terjadi pada industri kimia, farmasi, dan obat tradisional tumbuh 8,10% yoy atau meningkat dari tahun lalu yang kontraksi -3,52%. Hal ini sejalan peningkatan permintaan domestik dan ekspor.
Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2024 tumbuh sebesar 5,11% (yoy). perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku kuartal I-2024 mencapai Rp5.288,3 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 Rp3.112,9 triliun.
Jika dilihat dari sisi produksi, Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 18,88%. Hal ini didorong oleh peningkatan belanja pegawai karena ada THR dan kenaikan gaji.
Disusul oleh jasa kesehatan sebesar 11,64% yoy, yang didukung oleh peningkatan belanja pegawai institusi kesehatan pemerintah. Kemudian, jasa perusahaan sebesar 9,63% didorong peningkatan pendapatan penyelenggara acara dan berbagai aktivitas jasa perusahaan lainnya seiring perhelatan Pemilu 2024.
