Sleman

UGM Perkuat Jaringan AHS Tangani Bencana Banjir Sumatera

  • SLEMAN, Jogjaaja. com - Bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra berdampak langsung pada keberlangsungan layanan kesehatan masyarakat.
Sleman
Leon

Leon

Author

SLEMAN, Jogjaaja. com - Bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra berdampak langsung pada keberlangsungan layanan kesehatan masyarakat. Menyikapi kondisi tersebut, Universitas Gadjah Mada mengerahkan jejaring Academic Health System (AHS) sebagai bagian dari respons terpadu penanganan bencana.

Menurut Ketua Tim Kesehatan Dr. dr. Sudadi, SpAn-TI, Subsp.N.An(K), Subsp.An.R(K) pendekatan ini dirancang untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan sejak fase darurat hingga transisi pemulihan. Kehadiran AHS UGM menjadi penghubung antara layanan klinis, kesehatan masyarakat, dan penguatan sistem kesehatan di wilayah terdampak.

Pada sektor kesehatan, UGM secara berkala mengirim tim medis ke Aceh dan wilayah terdampak lainnya di Sumatra melalui jejaring AHS. Tim ini melibatkan tenaga kesehatan lintas disiplin dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Rumah Sakit Akademik dan jejaring layanan kesehatan akademik UGM.

Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan, pengobatan rawat jalan dan darurat, layanan spesialis, serta kunjungan mobile clinic dan home visit. Pendekatan berlapis ini dilakukan untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan sejak fase darurat hingga transisi pemulihan.

Keberlanjutan layanan kesehatan AHS UGM tercermin dari pola penugasan tim yang berlangsung hampir sepanjang Desember 2025. Melalui skema penugasan bergilir, AHS UGM menurunkan enam tim secara berurutan sejak 2 hingga 28 Desember 2025 untuk layanan asesmen, manajemen kedaruratan, dan pelayanan medis di Aceh Utara serta Bener Meriah. Tim gabungan ini melibatkan jejaring rumah sakit AHS UGM yang terdiri atas Rumah Sakit Akademik UGM, RSUP Dr. Sardjito, RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten, RS Mata Dr. YAP, RSUD Sleman, RSUD Wates, serta dukungan dari Fakultas Farmasi UGM, dengan capaian 3.877 penerima layanan di berbagai titik terdampak banjir dan tanah longsor.

Untuk menjaga kesinambungan layanan, Tim AHS UGM mengatur respons kesehatan melalui mekanisme penugasan berbasis batch. Hingga 2 Januari 2026, respons AHS UGM telah dilaksanakan melalui tujuh batch pelayanan dengan rata-rata 17 tenaga kesehatan per batch. Selama masa tugas tujuh hari per batch, layanan menjangkau sedikitnya 4.127 warga terdampak di Aceh Utara dan Bener Meriah melalui layanan di pos pengungsian, RSUD Muchtar Hasbi, serta puskesmas terdampak.

Gambaran operasional tercermin secara nyata pada pelaksanaan Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara Batch 5 yang bertugas pada 27 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Dalam periode tersebut, tim memberikan layanan kesehatan kepada 716 penerima layanan di berbagai lokasi terdampak banjir dan tanah longsor. Pelayanan meliputi pemeriksaan kesehatan, layanan farmasi, pengkajian keperawatan, pelayanan kesehatan ibu dan anak, kunjungan pasien rawat inap, serta pendampingan surveilans dan dukungan psikososial sebagai bagian dari respons kesehatan yang terintegrasi.

Selain layanan klinis, tim AHS UGM juga mendukung penguatan sistem kesehatan di wilayah terdampak. Upaya tersebut dilakukan melalui perbaikan sarana penunjang seperti listrik dan genset, sanitasi, serta koordinasi logistik medis. AHS UGM turut berperan dalam aktivasi kembali layanan Rumah Sakit Umum Daerah Muchtar Hasbi yang terdampak bencana serta mendukung aktivasi Health Emergency Operation Center (HEOC) Kabupaten Aceh Utara. Langkah ini memastikan fasilitas kesehatan dan sistem koordinasi kedaruratan dapat kembali berfungsi secara optimal.

Penguatan sistem kesehatan ini melengkapi layanan medis yang diberikan langsung kepada warga terdampak. Dengan fasilitas yang kembali berfungsi, rujukan pasien, pelayanan lanjutan, dan pemantauan kesehatan masyarakat dapat berjalan lebih optimal. Integrasi antara layanan lapangan dan penguatan fasilitas menjadi kunci keberlanjutan respons kesehatan pascabencana. Skema ini dirancang agar dampak intervensi tidak berhenti pada fase darurat semata.

Seluruh layanan dan penguatan sistem yang dilakukan AHS UGM terhubung dengan kerja lintas sektor yang dikoordinasikan oleh UGM. 

 

Data layanan kesehatan menjadi bagian dari ekosistem respons kebencanaan berbasis pengetahuan yang dikembangkan bersama pemangku kepentingan. Integrasi data dan pengalaman lapangan memungkinkan pengambilan keputusan kesehatan yang lebih tepat sasaran. AHS UGM berperan sebagai simpul yang menjembatani praktik medis dan perumusan kebijakan kesehatan pascabencana.