
Uniknya Masjid Puro Pakualaman Yogyakarta
- CARA mengisi waktu luang di bulan Ramadan adalah dengan memperbanyak ibadah, baik wajib maupun sunah.Salah satu caranya adalah berkunjung ke masjid-masjid berse
Jogja
CARA mengisi waktu luang di bulan Ramadan adalah dengan memperbanyak ibadah, baik wajib maupun sunah.
Salah satu caranya adalah berkunjung ke masjid-masjid bersejarah yang ada di Yogyakarta. Yogyakarta sendiri merupakan kota budaya yang menyimpan segudang peninggalan bersejarah yang menarik untuk dikunjungi.
Diantaranya adalah peninggalan masjid-masjid besar yang masih dapat digunakan sampai saat ini. Salah satunya adalah Masjid Agung Puro Pakualaman.
Masjid Besar Puro Pakualaman berlokasi di Kauman, Pakualaman, Yogyakarta. Didirikan pada tahun 1831 M oleh Sri Paduka Paku Alam II. Dilansir dari buku yang diterbitkan oleh Embun Kalimasada, dari perspektif tata kota, pembangunan masjid ini sangat erat kaitannya dengan filsafat macapat dalam kosmologi Jawa. Filsafat macapat dimaknai sebagai empat unsur kehidupan atau makna dalam kehidupan.
Termasuk elemen arah, yaitu Timur, Barat, Utara, dan Selatan. Sedangkan, untuk arsitektur bangunan masjid ini, tak lepas dari gaya bangunan Puro Pakualaman dengan dominasi warna kuning.
- Stok Bahan Pangan Cukup, Migor Curah Masih Langka Karena Hal Ini..
- Crazy Rich Asal UEA ini Sulap Hummer Menjadi Mobil Raksasa
- Sudah Dinonaktifkan, Kamera NASA Malah Temukan Kembaran Planet Jupiter
- Kementerian Kominfo Blokir 4.220 Situs Komersial Bermasalah, Termasuk Dua Platform Ini
Hal tersebut dapat dilihat saat memasuki serambi masjid, pengunjung akan langsung disambut tulisan di sebuah tembok persis di tengah gerbang pintu masuk berbunyi "terus luhur terusto raharjo" atau dalam Bahasa Indonesia artinya jalan luruh menuju kesejahteraan.
Ciri khas yang terdapat di masjid ini adalah adanya batu tulis yang terdapat pada dinding serambi masjid, sebagai penanda berdirinya majid tersebut. Kemudian, ada pula prasasti berjumlah 4 buah ditulis dalam huruf Arab 2 buah dan dalam huruf Jawa 2 buah. Masjid Pura Pakualaman saat ini terdiri atas tiga bagian yaitu bagian utama (untuk salat), serambi, dan teras. Memiliki berbentuk persegi empat, dahulu di halamannya terdapat kolam yang luas, akan tetapi sekarang sudah tidak ada, dan diganti dengan serambi yang difungsikan untuk menampung para Jemaah.
Di dalam ruang salat saat ini masih terdapat Ma’surah yaitu tempat salat raja yang terletak di saf paling depan di sebelah selatan pengimaman. Ma’surah tersebut terbuat dari bahan kayu dengan ragam hias ceplok bunga dan stilisasi huruf Arab atau sering disebut mirong, serta di bagian dalam lantainya lebih tinggi daripada lantai bangunan induk.
- Tren Tahunan, Dari Mana Tradisi April Mop Sebenarnya?
- Tanpa Jeda Iklan, Ini Cara Download Video dengan YouTube Vanced
- Ini Dia, Cara Rahasia Agar Akun TikTok Mendapat Centang Biru Sebagai Akun Verified Resmi
Nah bagaimana? Tertarik untuk menambah pahala dengan beribadah di masjid ini?
