
Update Terkini Gunung Merapi, Enam Jam Terakhir Luncurkan 10 Kali Guguran Lava Pijar
- SLEMAN, Jogjaaja.com - Gunung Merapi kembali meluncurkan guguran lava pijar pada Rabu (19/1/2022) dini hari.Total ada 10 kali guguran lava pijar yang dimuntahka
Sleman
SLEMAN, Jogjaaja.com - Gunung Merapi kembali meluncurkan guguran lava pijar pada Rabu (19/1/2022) dini hari.
Total ada 10 kali guguran lava pijar yang dimuntahkan Gunung Merapi selama periode pukul 00.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB.
Guguran lava pijar Gunung Merapi mengarah ke barat daya dengan jarak luncur maksimal 1,5 Km.
- Melonjak 36,1 Persen, AHM Ekspor 392.829 unit sepeda Motor di Tahun 2021
- Ini Dia Tempat Nongkrong Favorit di Selatan Yogya
- Sop Gajah Seyegan Sediakan Balungan 'Mammoth' Bakar dan Aneka Sate Sapi Lezat
- UGM Siap Terapkan KBM Bauran Bagi Mahasiswa
- Genjot Kinerja, Direksi Primissima Temui Sultan HB X
- Epidemilog UGM ini Prediksi Puncak Omicron Tak Setinggi Gelombang Kedua Covid-19 Varian Delta
Berdasarkan dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh BPPTKG, aktifitas Gunung Merapi masih cukup tinggi.
BPPTKG mencatat gempa guguran sebanyak 34 kali dengan amplitudo 3-11 mm, berdurasi 16-138 detik.
Gempa hembusan terjadi sebanyak 2 kali dengan amplitudo 2-3 mm berdurasi 13-22 detik.
Hybrid/fase banyak terjadi 7 kali dengan amplitudo 2-8 mm, S-P 0,3-0,5 detik berdurasi 7-8 detik.
“Tingkat Aktivitas Gunung Merapi saat ini masih berada di level III atau siaga,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida.
Sementara secara meteorologi, kawasan Gunung Merapi berawan dan mendung. Angin bertiup lemah ke arah timur dan barat.
Suhu udara 13-23 °C, kelembaban udara 74-89 %, dan tekanan udara 567-717 mmHg.
- Deretan Aplikasi Scanner Gratis untuk Android & iPhone
- Dimulai Hari Ini, Simak Cara Daftar Vaksin Booster
- Pochajjang Beri Promo Makan Gratis Khusus Yang Ultah di Bulan Januari
“Secara visual, gunung jelas, kabut 0-I, kabut 0-II hingga kabut 0-III. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 10-50 m di atas puncak kawah,” ungkapnya.
Dengan kondisi saat ini, BPPTKG merekomendasikan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya . (*)
