
Vaksinasi Anak Capai 30 Persen di Kota Yogya
- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogya mencatat cakupan vaksinasi anak usia 6-11 tahun telah mencapai 30 persen per awal Januari ini. Ditargetkan, cakupan vaksinas
Jogja
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogya mencatat cakupan vaksinasi anak usia 6-11 tahun telah mencapai 30 persen per awal Januari ini. Ditargetkan, cakupan vaksinasi anak usia 6-11 tahun bisa selesai pada Januari ini.
Kepala Dinkes Kota Yogya, Emma Rahmi Aryani mengatakan, cakupan vaksinasi anak di Kota Yogya mencapai angka 40.000. Pihaknya mengerahkan Puskemas dan sentra vaksinasi di XT Square guna mempercepat pelayanan vaksinasi.
- Majukan Sektor Pertanian, Pemkab Bantul Canangkan Program IP 400
- Tim Expearth UGM Runner Up Case Study Competition AGSCE 2021
- Sate Merah Bangde, Bumbunya Meresap Sampai Gigitan Terakhir
- Promo Rp5000 di Nasi Langgiku, Dapat Nasi Plus Tiga Lauk
- Jangan Konsumsi Makanan ini Saat Perut Kosong
- Sosiolog UGM Ungkap Pemicu dan Upaya Penanggulangan Klitih
"Itu sudah kita mulai sejak Desember lalu, tidak hanya anak yang ada di Kota Yogya tapi semua kita layani," kata Emma, Rabu (5/1/2022).
Emma menjelaskan, cakupan vaksinasi menuju 100 persen ini nantinya juga demi mendukung penyelenggaran pembelajaran tatap muka (PTM) di wilayah setempat.
"Harapannya orang tua dan sekolah terus mendukung dan bisa menyukseskan program vaksin ini," jelasnya.
Wakil Walikota Yogya, Heroe Poerwadi mengatakan, pihaknya mempercepat vaksinasi anak usia 6-11 tahun dengan mengadakan kegiatan vaksinasi di sekolah- sekolah.
Diharapkan seiring dengan kegiatan PTM yang kembali dimulai, bisa mempercepat vaksinasi anak usia 6-11 tahun. Adapun jenis vaksin yang digunakan adalah sinovac.
- Bukalapak Tanggapi Pengunduran Diri Rachmat Kaimuddin dari Jabatan Direktur Utama
- Sekda Lepas Ekspor Sebesar Rp22,4 Miliar, Komoditas Pertanian Jadi Andalan Pertumbuhan Ekonomi DIY
- Download Lagu MP3 dari YouTube Gratis Tanpa MP3 Juice, Begini Caranya
“Stok vaksin masih tersedia dan DIY masih bisa backup. Tinggal kesiapan tenaga kesehatan sebagai vaksinator dan sekolah- sekolah,” tandas Heroe. (Anz)
