Berawal dari Asam Lambung, Totok Sugiyanto Kembangkan Budidaya Klanceng

Home 12 Des 2020, By Tyo Sulistyo
Berawal dari Asam Lambung, Totok Sugiyanto Kembangkan Budidaya Klanceng (Tyo Sulistyo)

BANTUL-Totok Sugiyanto mungkin tidak pernah menyangka. Asam lambung yang dideritanya selama bertahun-tahun justru menjadi pembuka pintu rezeki baginya.

Beruntung pada tahun 2017, warga Samiran RT 03, Parangtritis, Kretek, Bantul, DIY ini bertemu dengan rekannya yang merupakan pembudidaya madu klanceng. Ia pun disarankan untuk meminum madu klanceng.

“Saya menceritakan penyakit saya ini ke teman. Kemudian saya disuruh teman saya untuk meminum madu klanceng. Alhamdulillah setelah rutin minum madu klanceng, penyakit asam lambung saya tidak pernah kumat lagi,” ujar Totok, saat ditemui di rumahnya beberapa waktu lalu.

Sejak saat itu, Totok pun berinisiatif untuk membudidayakan klanceng untuk mengedukasi masyarakat. Saat ini, Totok memiliki sekitar 30 koloni/kotak klanceng.

“Untuk pengembangannya, kita menangkarkan klanceng dari bambu ke kotak. Setelah 2-4 bulan, nanti klanceng akan mulai menghasilkan madu, dengan catatan vegetasi sekitar mendukung kehidupan klanceng. Biasanya klanceng menyukai jenis-jenis tanaman seperti kersen, kaliandra, jambu, jeruk, manga, maupun klengkeng,” katanya.

Totok menambahkan, klanceng tidak hanya menyukai satu nectar bunga, tetapi lebih heterogen dengan mencari nectar-nektar bunga yang dibutuhkan. Bahkan klanceng bisa mencari nektar-nektar bunga sejauh 300 meter.

Satu kotak koloni klanceng, bisa menghasilkan sekitar 250 mililiter madu dengan catatan vegetasinya mencukupi. Karena klanceng-klanceng yang dibudidayakan belum mampu memenuhi kebutuhan pasar, Totok pun bekerja sama dengan rekannya.

“Saya bekerja sama dengan rekan saya yang bisa memproduksi madu klanceng dalam jumlah banyak karena vegetasinya bagus. Satu botol madu klanceng berisi 250 mililiter saya banderol dengan harga Rp130.000. Dalam sebulan, rata-rata saya bisa menjual 60 botol madu klanceng,” imbuh pria 34 tahun ini.

Totok memasarkan madu klancengnya melalui pemasaran online dan offline. Pembeli madu klanceng ini tidak hanya berasal dari wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Totok juga sering mengirimkan madu klancengnya ke luar wilayah Yogyakarta. (*)

 

undefined

Tyo S