jogjaaja.com

Buka Munas Dekranasda DIY, Sri Paduka Ingin Kerajinan Tembus Pasar Internasional

Ties - Selasa, 21 Juni 2022 09:41 WIB
Wagub DIY Sri Paduka Paku Alam X saat membuka Musda Dekranasda DIY/Humas Pemda DIY

YOGYA, Jogjaaja.com - Menurut Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, jenis usaha kerajinan tidak boleh selalu dipandang remeh tanpa didukung dengan usaha pemberdayaan.

Sri Paduka menuturkan kerajinan merupakan cikal bakal industri besar yang mampu menembus pasar internasional dan menghasilkan banyak manfaat bagi tidak hanya perekonomian masyarakat, tapi juga kestabilan ekonomi negara.

Sri Paduka mengatakan hal demikian saat membuka Musyawarah Daerah Dewan Kerajinan Daerah atau Dekranasda DIY di Royal Ambarrukmo Hotel, Sleman.

Menurut Sri Paduka, dengan menganggap usaha kerajinan adalah sektor lemah yang harus selalu ditolong sama halnya tidak ingin suatu industri kerajinan menjadi besar.

“Ketika membeli cendera mata khas negara tertentu, sering kita temui benda khas negara lain tapi dibuat oleh bukan negaranya. Contoh lainnya adalah kerajinan perak Kotagede dapat dirupakan dalam bentuk pagoda dan dijual di Jepang, atau kerajinan keramik Kasongan mengadopsi karakter untuk pasar Afrika ataupun bentuk-bentuk kreasi lain. Ini menunjukan bahwa kreasi kerajinan sudah melampaui fenomena pasar dunia. Seharusnya ini menjadi tantangan kita,” jelas Sri Paduka.

Pintu menembus pasar dunia menurut Sri Paduka masih terbuka sangat lebar, namun para pengrajin dan organisasi kerajinan harus menyesuaikan dengan realitas baru dan beralih ke platform digital.

Dengan perubahan perilaku konsumen dan beralih ke model bisnis baru, kata Sri Paduka para pengrajin dapat bercermin pada kebutuhan pasar saat ini.

“Value kerajinan dapat ditingkatkan melalui konsep-konsep wisata kerajinan, kawasan budaya dan pendidikan, kerajinan di sekolah dan lainnya. Dengan sistem seperti itulah Pemda DIY menyambut baik digelarnya musyawarah daerah Tahun 2022 untuk menetapkan ketua dan mengurus sekaligus sebagai forum penyusunan program kerja tahun 2022. "

"Saya berharap semoga para pengurus baru dapat bersinergi dalam memajukan kerajinan dan meningkatkan kesejahteraan para pengrajin di DIY,” tutur Sri Paduka.

Ketua Dekranasda DIY 2017-2022, GKR Hemas mengungkapkan, pada kurun waktu 5 tahun berada dalam kepengurusan Dekranasda DIY, GKR Hemas berupaya membawa Dekranasda DIY menjaga dan mempertahankan predikat Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia.

Selama kurun waktu 5 tahun terakhir, dirinya terus berupaya dengan aktif menggelar event tahunan Jogja Internasional Batik Biennale atau JIBB.

Gelaran ini rutin diselenggarakan tahunan dengan dikemas dalam bentuk antara lain roadshow gebyar batik, pameran batik, simposium nasional dan internasional, workshop batik, karnaval dan fashion show. (*)

Editor: Ties

RELATED NEWS