Bupati Gunungkidul: Saya Harap Tanaman Hortikultura di Gunungkidul Jadi Embrio Untuk Wilayah Lain

Tyo S - Senin, 13 September 2021 19:36 WIB
Bupati Gunungkidul Sunaryanta melakukan panen raya di Dusun Cikal, Watusigar, Kapanewon Ngawen, Gunungkidul, DIY pada Senin (13/9/2021). (sumber: Gunungkidulkab.go.id)

NGAWEN, Jogjaaja.com – Kelompok Tresno Tani melakukan panen raya dan melaunching tanaman holtikultura di Dusun Cikal, Watusigar, Kapanewon Ngawen, Gunungkidul, DIY pada Senin (13/9/2021). Kelompok tani yang berdiri sejak 10 tahun silam itu, setiap bulan bisa mendapatkan hasil panen melon sebanyak 150 ton, kacang Panjang 100 kg per hari, buncis 40 kg per hari, dan tanaman holtikultura lainnya.

Selanjutnya, hasil panen didistribusikan ke Jakarta, Semarang, dan berbagai wilayah di Indonesia. Adapun benih yang digunakan untuk menanam melon yaitu benih pradana, benih unggul asli indonesia yang memiliki kelebihan produksi tinggi tahan penyakit dan jamur serta toleransi virus rasa manis. 

Kelebihan dari tanaman holticultura sendiri adalah hasil panennya lebih cepat. Dalam kurun waktu hanya 1 bulan, kelompok Tresno Tani bisa panen semangka dan melon. 

Kelompok Tresno Tani yang berdiri sejak 10 tahun lalu ini setiap bulannya bisa mendapatkan hasil/panen buah melon sebanyak 150 ton, kacang panjang 100kg/hari, buncis 40kg/hari dan tanaman holticultura lainnya. Panen tersebut kemudian didistribusikan ke Jakarta, Semarang, dan berbagai wilayah di Indonesia. 

Bupati Gunungkidul Sunaryanta didampingi Kepala OPD Kabupaten Gunungkidul hadir langsung untuk melaunching tanaman holticultura di Kelompok Tresno Tani. Kehadiran Bupati disambut sangat baik oleh masyarakat setempat. 

Pada acara tersebut juga, Bupati secara simbolis panen raya dengan memetik buah melon yang berada di lahan pertanian Kelompok Tresno Tani. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa harapannya ke depan tanaman holticultura di Gunungkidul menjadi embrio untuk wilayah-wilayah lain. "Saya ingin meluangkan waktu khususnya petani tanaman holticurtural. Saya berharap ke depannya tidak hanya menjadi agrowisata tapi juga menjadi embrio tanaman holticultura. Sebelum di sini saya meninjau 2 lokasi yaitu tempat produksi pupuk. Pupuk di Gunungkidul mendapat pasokan cukup besar sebanyak 18 ribu ton dan 11 ribu ton bukan jenis urea. Nah ini tugas Disperindag untuk bagaimana cara mendistribusikannya, dan ada lagi yang tidak bersubsisidi sebanyak 270 ton, monggo kelompok petani segera berkoordinasi dengan distributor," ungkapnya.

Bupati juga menambahkan bahwa ada 1 hal yang ingin disampaikan yaitu tentang budidaya vanili."Budidaya Vanili memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi, pasar vanili cukup besar, Nah ini bisa kita budidayakan di Gunungkidul, Konsep besar di Gunungkidul adalah pariwisata, tapi menurun semenjak pandemi dan kita bisa bertahan dari komunitas pertanian perkebunan," tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Panewu Ngawen menyampaikan petani di dusun Cikal sudah sangat maju.Petani di sini sudah memikirkan untung dan rugi, dikawal dari BPP Dinas Pertanian di mana dari awal sudah diperhitungkan RABnya. Nanti akan panen berapa hasil dan untungnya berapa, mudah-mudahan bisa menjadi agrowisata" ungkapnya.

Direktur BMT Dana Insani Kurniawan Fahmi yang sekaligus inisiator kelompok Tresno Tani ke depan harapannya Desa Cikal bisa menjadi desa agrowisata. 

"Kami hadir untuk menginisiasi bisakah kampung cikal menjadi destinasi wisata kampung hortikultura. Jadi ya sudah kita damping, kita kasih modal, Jadi nanti kampung ini tujuan akhirnya kita jadikan destinasi wisata kampung horticultura," katanya. (*)

RELATED NEWS