jogjaaja.com

Datangi DLH DIY, Protes Aktivitas Tambang Meresahkan

Ties - Jumat, 18 November 2022 13:15 WIB
Ilustrasi aktivitas pertambangan J Resources | sumber : JResources.com

WONOSARI, Jogjaaja.com - Beberapa warga dari Dusun Gunung Cilik, Kalurahan Watu Gajah, Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, mengadu ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DIY terkait aktivitas penambangan di Kalurahan Watu Gajah.

Berdasarkan pemaparan warga, aktivitas penambangan yang terjadi di desa mereka telah merusak fasilitas jalan. Lebih lanjut, izin penambangan di lokasi itu juga turut dipersoalkan.

Perwakilan warga Gunung Cilik, Watu Gajah Gedangsari, Gunungkidul, Sugeng, menjelaskan bahwa aktivitas pertambangan di Gunung Cilik awalnya dilakukan di RT 01. Kemudian, aktivitas penambangan pindah ke area lahan yang berada di wilayah RT07 dan RT08.

Sugeng menjelaskan, jumlah luas lahan yang ditambang hingga hari ini sudah mencapai ribuan meter. Menurutnya, selama ini masyarakat sebenarnya sudah lama mengeluh, akan tetapi takut untuk melapor.

“Masyarakat sebenarnya sudah melakukan komunikasi, melalui musyawarah, bersama pihak kalurahan,” kata Sugeng, Kamis (17/11/2022).

“Semua sepakat untuk menolak,” sambungnya.


Selanjutnya, Sugeng juga memaparkan bahwa warga berusaha melakukan klarifikasi terkait perizinan ke instansi terkait. Akan tetapi, kata dia, perizinan sepenuhnya belum lengkap.

“Dulu sempat didatangi jajaran Satpol PP, kepolisian dan Dinas Lingkungan Hidup, sudah cek lokasi. Katanya, pihak penambang diberi waktu untuk melengkapi dalam sepekan. Tapi dikasih waktu belum lengkap mereka sudah menambang lagi,” Sugeng melanjutkan.

Sugeng pun membeberkan, dampak yang dirasakan masyarakat akibat aktivitas penambangan itu membuat jalan menjadi rusak parah. Padahal, jalan tersebut menjadi jalur utama bagi masyarakat, mulai dari akses transportasi logistik masyarakat, akses ke lahan pertanian hingga akses menuju lembaga pendidikan dan kesehatan.

Bahkan, berdasarkan keterangan warga, terutama untuk jalan di wilayah RT06 sering
mengakibatkan kecelakaan warga karena kerusakan jalan terlalu parah lantaran dilewati truk
tambah.

“Jalan yang rusak, meliputi akses ke lahan pertanian, transportasi perekonomian, mondar
mandir anak sekolah, bahkan berobat ke Puskasmas Watu Gajah. Itu jalur utama masyarakat,”
tegas Sugeng.

“Sekarang jalan yang tidak rusak cuma sekitar setengah meter dari awal 3 meter lebarnya, dari
tiga titik [lokasi yang ditambah] tadi semua jalannya. (Eff)

RELATED NEWS