jogjaaja.com

Dijamin Walikota Yogya, Tempat Baru Hasil Relokasi PKL Malioboro Tetap Ramai

Ties - Rabu, 01 Desember 2021 15:15 WIB
Perwakilan PKL Malioboro membersihkan area pedestrian di kawasan setempat belum lama ini. Pemkot Yogya bersama Pemda DIY berencana untuk merelokasi para PKL ke tempat baru awal tahun depan. (Anz/Jogjaaja.com)

YOGYA, Jogjaaja.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mengklaim bahwa rencana relokasi pedagang kaki lima (PKL) Malioboro ke tempat baru tidak akan membuat tempat pedagang kehilangan mata pencaharian.

Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti menyebut, pemerintah telah memikirkan dengan matang lokasi pemindahan PKL dan diklaim bakal tetap ramai seperti kawasan Malioboro adanya.

"Kita bicarakan dulu, kenapa kok menolak, semua mencintai Yogya katanya. Kita tidak ada maksud membuat tempat itu sepi, tidak, tetap kita ramaikan. Pasti ramai saya jamin. Relokasi juga bukan berarti Malioboro tanpa pedagang, tetap ada, cuma tersentral," kata Haryadi, Rabu (1/12).

Direncanakan ada dua lokasi yang bakal menjadi tempat baru para PKL yakni eks gedung Dinas Pariwisata DIY serta eks gedung Bioskop Indra. Haryadi juga belum bisa memastikan kapan waktu relokasi akan dimulai. Pihaknya akan lebih dulu melihat kesiapan tempat baru dan juga kelayakan lokasi itu bagi keberlanjutan para PKL.

"Ya semuanya direlokasi, 800 sama sekitar 1000 itu kurang lebih, tapi semuanya sangat bergantung pada kesiapan tempat relokasi tersebut. Mudah-mudahan semua lancar, tapi saya pastikan tempatnya dulu, baik layak untuk berdagang atau seperti apa," imbuhnya.

Rencana penataan ini merupakan konsekuensi dari penetapan situs warisan dunia sumbu filosofis DIY. Haryadi berharap agar semua pihak memahami dan menghormati kebijakan tersebut. Pihaknya juga bakal melakukan evaluasi terhadap rencana relokasi itu agar kebijakan pemindahan dan penataan kawasan Malioboro bisa menguntungkan semua pihak.

"Harapan saya ini semua demi Kota Yogya dan DIY yang kita cintai bersama. Semua pihak agar bisa memahami hal tersebut. Para pedagang tetap kita perhitungkan, agar mereka berdagang ya tetap laku. Makanya kita juga akan melakukan evaluasi terkait pelaksanaannya ke depan," pungkas Walikota.

Ketua Angkringan Malioboro, Yati Dimanto menyatakan, sejumlah komunitas dan paguyuban Malioboro telah melakukan pertemuan terkait dengan rencana relokasi pada akhir pekan lalu. Dalam pertemuan itu disepakati bahwa PKL meminta pemerintah membuka lebar-lebar pintu dialog serta mengakomodir aspirasi dan harapan PKL.

"Pertemuan juga menyepakati, kami akan merembukkan langkah-langkah konkret bersama dalam memperjuangkan nasib kami. Langkah-langkah yang terukur sesuai dengan budaya Yogya yang santun dan damai," kata Yati. (anz)

Editor: Ties

RELATED NEWS