jogjaaja.com

Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul Terus Sosialisasikan Pencegahan dan Penanganan Stunting

Tyo S - Selasa, 09 Agustus 2022 21:57 WIB
Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul dr. Siti Marlina saat memberikan sosialisasi pencegahan dan penanganan stunting di Dusun Kaligawe RT 02, Kalurahan Bantul, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul pada Selasa (9/8/2022).

BANTUL, Jogjaaja.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul berkomitmen menanggulangi stunting di Kabupaten Bantul. Beragam langkah dilakukan agar anak-anak balita di wilayah Bumi Projo Tamansari tumbuh sehat tanpa mengalami stunting.

Langkah nyata Pemkab Bantul juga diwujudkan dalam acara Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Stunting di Dusun Kaligawe RT 02, Padukuhan Geblag, Kalurahan Bantul, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul, DIY pada Selasa (9/8/2022). Acara yang difasilitasi anggota DPRD Kabupaten Bantul dari Fraksi Gerindra Petrus Lanjar Wijiyono ini diikuti warga Dusun Kaligawe RT 02.

Pada sosialisasi ini, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul dr. Siti Marlina menyampaikan pentingnya pencegahan stunting sejak masa kehamilan. Menurutnya, makanan yang dikonsumsi ibu hamil harus mengandung gizi yang dibutuhkan oleh tubuh.

“Stunting ini bisa dicegah sejak saat seorang ibu hamil karena kondisi calon bayi apakah mengalami stunting atau tidak bisa terlihat di masa ini. Cara pencegahannya adalah dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi,” kata dr. Siti Marlina.

Untuk mendukung pencegahan dan penanganan stunting, lanjut dr. Siti Marlina, Pemerintah Kabupaten Bantul mengalokasikan anggaran sebesar Rp46,5 miliar untuk 933 padukuhan di Kabupaten Bantul. Dengan demikian, masing-masing padukuhan berhak mendapatkan anggaran Rp50 juta.

Lurah Kalurahan Bantul Supriyadi mengapresiasi langkah Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul yang gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat demi pencegahan dan penanggulangan stunting di Kabupaten Bantul. Menurutnya, hal ini sangat penting bagi pertumbuhan balita, khususnya di wilayah Kalurahan Bantul.

“Saat ini masih ada sekitar 8 kasus stunting di Kalurahan Bantul. Dengan adanya sosialisasi yang terus dilakukan oleh Dinas Kesehatan Bantul ini, kita harapkan kasus stunting tidak ada lagi di Kalurahan Bantul,” ucap Supriyadi. (*)

Editor: Tyo S

RELATED NEWS