Jakarta - Buat kamu yang setiap hari mengemudi harus paham mengenai microsleep. Microsleep adalah suatu kondisi dimana seseorang, dalam hal ini pengemudi mobil, tertidur lelap secara tiba-tiba hanya dalam waktu yang sangat singkat, sekitar 1 hingga 30 detik.
Kamu sama sekali tidak punya kuasa untuk menahan serangan kantuk. Begitu serangan microsleep terjadi, hanya masalah waktu sebelum akhirnya memicu kecelakaan fatal.
- Promo Rp5000 di Nasi Langgiku, Dapat Nasi Plus Tiga Lauk
- Jangan Konsumsi Makanan ini Saat Perut Kosong
- Sosiolog UGM Ungkap Pemicu dan Upaya Penanggulangan Klitih
- Makmum 2 Pecahkan Rekor Penjualan Tiket Tertinggi pada Hari Pembukaan
- Saat Ndarboy Genk Pamit Bupati Bantul Sebelum Tour Album di 20 Kota
- Selama Liburan Natal dan Tahun Baru Trafik Data XL Axiata Naik 38%
Microsleep sering menyerang saat kamu melakukan pekerjaan yang monoton seperti di jalan tol Trans Jawa yang melelahkan. Demikian diungkapkan TrenAsia.com jaringan media Jogjaaja.com
Ciri-Ciri Serangan Microsleep
Lantas apa ciri-ciri kamu kena serangan microsleep? Saat mengemudi, coba ingat ada kejadian apa 2 – 5 menit sebelumnya. Kalau tetiba lupa, bisa jadi otak kamu sudah kelelahan dan tubuh butuh istirahat total. Atau kamu melakukan kesalahan kecil yang tidak penting seperti salah menyalakan lampu sein, tidak konsisten menjaga kecepatan, sulit bertahan di jalur yang semestinya, atau abai pada rambu lalu lintas.
Secara fisik, kepala dan kelopak mata kamu juga terasa berat. Secara tidak sadar kepala mengangguk tanpa sengaja dan menguap dengan durasi yang cukup panjang.
Apa yang Harus Dilakukan?
Ketika gejala tersebut mendera, apa yang bisa kamu lakukan? Hanya satu solusinya, yakni tidur pulas! Minimal sekali 30 menit, atau kalau sampai 1 jam sangat bagus untuk memulihkan kondisi fisik. Itupun sebenarnya belum maksimal tapi tetap jauh lebih baik ketimbang menolak tidur. Rest area jalan tol bisa kamu manfaatkan untuk istirahat tidur. Nyalakan AC mobil supaya nyaman dan buka sedikit kaca pengemudi agar ada sirkulasi udara segar dari luar.
Hindari Kopi dan Soft Drink
Jangan tergantung pada kopi, soft drink, atau minuman berenergi. Dalam batas wajar, kopi dan minuman ringan memberikan sugesti menghilangkan mengantuk berkat rasanya, tapi biasanya tidak bertahan lama. Masalahnya, kopi, soft drink dan minuman berenergi bisa berisiko saat dikonsumsi oleh orang yang resisten akan kafein karena bisa meningkatkan tekanan darah. Jangan lupa pula yang resisten pada kandungan gula dan risiko asam lambung naik.
Perbanyak Makan Buah
Makanan ringan hanya membuat perut kenyang dan pada akhirnya malah membuat kamu mengantuk kembali. Tapi kamu tetap bisa mengonsumsi makanan ringan dalam porsi wajar setelah istirahat tidur agar perut nyaman. Perbanyak minum air putih untuk melancarkan peredaran darah dan menghindar dari dehidrasi yang bisa membuat kamu keleahan dan turun konsentrasi.
Senam Ringan
Lakukan senam ringan sebelum kembali mengemudi agar badan kembali rileks. Termasuk ketika mobil kamu terjebak macet bisa melakukan senam ringan di dalam mobil.
- Bukalapak Tanggapi Pengunduran Diri Rachmat Kaimuddin dari Jabatan Direktur Utama
- Sekda Lepas Ekspor Sebesar Rp22,4 Miliar, Komoditas Pertanian Jadi Andalan Pertumbuhan Ekonomi DIY
- Download Lagu MP3 dari YouTube Gratis Tanpa MP3 Juice, Begini Caranya
Patut diingat, tidur di rest area tidak sepenuhnya menghilangkan risiko microsleep karena secara kualitas tetap lebih baik tidur nyaman di kasur di malam hari selama minimal 6 jam. Jika perjalanan kamu lebih dari 6 jam, usahakan untuk punya sopir pengganti.
Bang Koboi, Toyota