Lewat Festival #SampoernaUntukUMKM, Sampoerna Berperan Dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Home 15 Des 2020, By Tyo Sulistyo
Lewat Festival #SampoernaUntukUMKM, Sampoerna Berperan Dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (Istimewa)

JAKARTA-PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) menggelar rangkaian kegiatan Festival #SampoernaUntuk UMKM. Kegiatan melalui payung program keberlanjutan Sampoerna Untuk Indonesia (SUI) ini sesuai dengan komitmennya untuk meningkatkan ketrampilan serta daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) secara terpadu dan menyeluruh.

Rangkaian kegiatan ini dilakukan secara daring (online) sejak 16 November 2020 hingga acara puncak berupa pengumuman pemenang UMKM terpilih, webinar, dan bazaar online yang digelar pada Selasa (15/12/2020) dan Rabu (16/12/2020).

Di puncak acara Festival #SampoernaUntukUMKM tersebut, UMKM terpilih dan para pemenang lainnya akan memperoleh hadiah dan dukungan berupa pendampingan bisnis berkelanjutan, perluasan akses pasar, dukungan perizinan serta bedah dapur dan dukungan lainnya dengan total nilai hingga ratusan juta rupiah. Pelaku UMKM binaan yang menjadi partisipan pada Festival #SampoernaUntukUMKM ini berkesempatan memamerkan usahanya di bazaar online. Acara ini juga akan ditayangkan secara langsung melalui saluran Youtube dan Zoom.

Direktur Sampoerna Elvira Lianita mengatakan UMKM mempunyai peran penting sebagai penggerak kebangkitan ekonomi, di mana berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia sektor ini menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja dan berkontribusi sebesar 60 persen terhadap PDB nasional.

“Untuk itu, sebagai salah satu mitra pemerintah, kami secara konsisten menjalankan komitmen untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing UMKM secara terpadu dan menyeluruh, salah satunya dengan memperluas akses pelatihan tepat guna kepada pelaku UMKM agar dapat senantiasa menghadapi tantangan melalui pemanfaatan teknologi digital,” ujarnya.

Elvira menekankan pentingnya peningkatan keterampilan usaha bagi pelaku UMKM. Hal ini, sambungnya, akan membuat pelaku UMKM mampu mengembangkan usahanya, termasuk melalui inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar serta manajemen operasional yang lebih efektif dan efisien.

“Kami percaya bahwa memberikan umpan dan kail, dan bukan ikan, akan memberikan efek jangka panjang dan mendorong kemandirian UMKM. Oleh karena itu, kami percaya bahwa dengan memberikan pelatihan, para UMKM akan dapat meningkatkan daya saing sehingga dapat memberikan dampak positif secara jangka panjang terhadap masyarakat sekitar dan dapat turut mendorong pertumbuhan ekonomi,” lanjut Elvira.

Rangkaian kegiatan Pelatihan dan Kejuaraan Festival #SampoernaUntukUMKM merupakan penegasan kontribusi Sampoerna untuk mendukung pemerintah dalam memajukan ekonomi kerakyatan untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa. Hal ini menjadi sangat penting, mengingat saat pandemi COVID-19, sektor UMKM turut terimbas secara signifikan.

“Tak kalah penting, dalam proses pembinaan dan pendampingan kepada UMKM di masa pandemi, Sampoerna melalui Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) dan Sampoerna Retail Community (SRC) terus melakukan pelatihan tepat guna yang memanfaatkan teknologi digital untuk UMKM di seluruh Indonesia,” tegas Elvira.

Bahkan pada Agustus 2020 yang lalu, bersama mitra CSR, Sampoerna meluncurkan aplikasi OPTIMA UKM yang bertujuan mempercepat peningkatan keterampilan usaha para pelaku UMKM. Melalui aplikasi ini, para pelaku UMKM dapat belajar kewirausahaan, mulai dari pengembangan bisnis, peningkatan produktivitas, hingga tips-tips persiapan ekspor produk ke luar negeri.

“Lebih lanjut, melalui SRC kami terus mengembangkan ekonomi kerakyatan di seluruh toko kelontong di Indonesia lewat berbagai inovasi bisnis, termasuk penerapan aplikasi ekosistem digital “AYO SRC” yang menghubungkan tidak hanya outlet-ke-outlet (B2B) tetapi juga outlet-ke konsumen. Berdasarkan survei yang dilakukan bersama Kompas.com pada akhir 2019 lalu, sebanyak 64% pemilik SRC dapat mengoperasikan aplikasi berbasis digital untuk membantu mendukung usahanya,” tegas Elvira.

Elvira menambahkan bahwa Sampoerna juga senantiasa bersinergi dengan Pemerintah Daerah untuk mengembangkan potensi UMKM lokal melalui pelatihan kewirausahaan terpadu untuk membantu memutar roda perekonomian lokal.

Ia mencontohkan, di Jawa Barat, Sampoerna secara konsisten mendukung pengembangan wirausaha melalui beberapa program seperti Wirausaha Inovatif Berbasis Sosial dan Lingkungan (WIBSL), yang dijalankan di Jawa Barat dan dua provinsi lainnya pada tahun 2016. Program ini secara khusus memberikan dukungan pengembangan wirausaha inovatif yang berdampak positif pada masyarakat sekitar dan lingkungan, di mana sepertiga dari total 112 penerima manfaat yang berhasil melalui seleksi berasal dari Jawa Barat.

Sedangkan di Jawa Tengah, lewat program “Madhang”, Sampoerna mendukung pengembangan UMKM makanan rumahan di Jawa Tengah untuk mendukung pariwisata berbasis keunikan lokal. Program yang dilakukan sejak 2019 telah menjangkau 60 penerima manfaat yang berhasil melalui tahapan seleksi yang dilaksanakan dalam program, di mana sebanyak 98%-nya konsisten mengembangkan usaha makanan rumahan dan 81% diantaranya berhasil meningkatkan pendapatan antara 25-100% di masa pandemi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto menekankan pentingnya mendukung jutaan UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional, di sela-sela pembukaan puncak acara Festival #SampoernaUntukUMKM.

UMKM yang jumlahnya 64,2 juta di Indonesia, kontribusinya adalah 61,07% terhadap PDB atau 8.573 triliun dan hanya 16% yang menggunakan e-commerce untuk memasarkan produk. Oleh karena itu digitalisasi UMKM perlu terus didorong. Dengan begitu mereka bisa mendapatkan kesempatan naik kelas dan mendapatkan akses permodalan.

"Saat ini UMKM salah satu faktor dari upaya menggerakkan ekonomi nasional. Tentunya UMKM juga perlu bertransformasi dari offline jadi online. Tentunya ini penting UMKM untuk memanfaatkan produk dan jasa sehingga dapat mengambil keuntungan dari digitalisasi untuk akses yang lebih luas," jelas Airlangga.

Airlangga menambahkan, dalam peningkatan UMKM, kolaborasi antar stakeholder, pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha dan masyarakat, menjadi sangat penting dan strategis untuk meningkatkan daya saing UMKM.

"Saya berharap UMKM dapat bertahan dan keluar dan ekspansi ke depannya," harap Airlangga.

Hadir sebagai salah satu pembicara di webinar Festival #SampoernaUntukUMKM, Dirjen IKMA Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih, menyatakan IKM memiliki peran besar dari sisi jumlah unit usaha dan tenaga kerjanya. Oleh karena itu perlu dilakukan suatu terobosan baru dalam menjawab tantangan bagaimana meningkatkan nilai output IKM terhadap industri, antara lain dengan penggunaan teknologi.

"Dikaitkan dengan pandemi, mereka memang harus punya strategi bisnis, optimalisasi produk dan layanan, dan pengembangan produk dan jasa yang belum ada sebelumnya. Terobosan inilah yang harus kita garap karena saat ini IKM sangat berat kondisinya," kata Gati.

Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa dengan adanya pandemi COVID-19 telah berdampak luas terhadap peningkatan pengangguran, dan salah satu hal yang menarik dari UMKM adalah daya tahannya terhadap persoalan tersebut. Menurutnya UMKM diyakini bisa menjadi obat penawar untuk mengurangi angka pengangguran.

“Saya rasa pilihan untuk mengakselerasi UMKM antara lain melalui instrumen digital adalah pilihan yang sangat rasional dan tepat. Tinggal bagaimana nanti kita bisa lebih mengoptimalkan pelaku UMKM seperti yang dilatih oleh Sampoerna ini," pungkas Eko.

Tidak berhenti di sini, Sampoerna akan senantiasa secara konsisten mendorong produktivitas serta kemandirian UMKM melalui literasi digital serta pelatihan tepat guna, dan juga lebih banyak lagi merangkul para pelaku UMKM untuk ikut serta dengan gelaran program pelatihan serta pendampingan agar akhirnya semakin banyak pelaku UMKM yang siap untuk melakukan usahanya secara daring. (*)

undefined

Tyo S