Lewat Gandeng Gendong, Kelompok Kuliner Dilibatkan dalam Pemenuhan Logistik Pasien Isolasi Mandiri

Home 15 Feb 2021, By Tyo Sulistyo
Lewat Gandeng Gendong, Kelompok Kuliner Dilibatkan dalam Pemenuhan Logistik Pasien Isolasi Mandiri (Dinas Sosial Yogyakarta)

YOGYAKARTA-Kelompok kuliner yang sudah tergabung dalam Program Gandeng Gendong akan dilibatkan untuk membantu pasien COVID-19. Mereka akan menyediakan logistik bagi pasien COVID-19 yang tengah menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Pengadaan bantuan logistic makanan untuk pasien yang menjalani isolasi mandiri di rumah akan dilakukan berbasis kelurahan melalui kelompok kuliner yang sudah tergabung dalam program Gandeng Genndong,” kata Kepala Dinas Sosial Kota Yogyakarta, Maryustion Tonang di Yogyakarta seperti dikutip dari Antara, Senin (15/2/2021).

Sejak awal hingga pertengahan Januari, bantuan logistic untuk pasien isolasi mandiri di rumah diberikan dalam bentuk bahan pangan mentah. Namun pola tersebut diubah dengan pemberian makanan siap saji hingga pertengahan Februari.

Makanan siap saji yang akan didistribusikan ke pasien isolasi mandiri dimasak di dapur umum yang berada di Giwangan sehingga menyulitkan warga yang berada di Yogyakarta bagian barat atau utara untuk mengambil makanan dan kemudian mendistribusikannya ke pasien isolasi mandiri.

“Oleh karenanya, agar pasien tetap bisa memperoleh bantuan logistic, maka dilakukan langsung oleh kelurahan melalui kelompok Gandeng Gendong yang akan memasak makanan siap saji dan didistribusikan ke pasien isolasi mandiri,” katanya.

Bantuan makanan siap saji tersebut diberikan tiga kali sehari untuk makan pagi, siang, dan sore dengan harga Rp20.000 sekali makan.

Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan program ini ini merupakan langkah dalam upaya pemberdayaan ekonomi kampung. Roda ekonomi di masyarakat dapat terus berputar dan perhatian terhadap terhadap penyintas COVID-19 juga terpenuhi.

“Selama ini pemberian makanan untuk para penyintas COVID-19 diolah di dapur umum, namun ada sedikit masalah karena letak dapur umum ini jauh dari beberapa Kemantren, dapur umum ini ada di wilayah selatan, dengan melibatkan kelompok gandeng gendong akan lebih efisien karena nantinya yang akan mengkoordianasikan adalah dari pihak Kalurahan,” jelasnya.

Pihaknya pun juga meminta kepada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogya agar terus mendorong kelompok-kelompok e-warung yang juga menyediakan bahan makanan.

“Kelompok-kelompok penjual makanan dan minuman ini juga harus diberikan kesempatan untuk menyediakan bahan makanannya” katanya. (*)

 

undefined

Tyo S