jogjaaja.com

Melarung 10 Tumpeng di Pantai Baron Wujud Syukur dan Doa Bagi Yogyakarta

Ties - Rabu, 31 Agustus 2022 08:40 WIB
Ilustrasi Pantai Baron

GUNUNGKIDUL, Jogjaaja.com - Peserta kenduri dan Upacara di Laut melarung 10 tumpeng di laut Selatan, tepatnya di pantai Baron, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul.

Tumpeng beserta uborampe merupakan sedekah laut sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta doa untuk Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X beserta seluruh masyarakat Yogyakarta.

“Labuhan ini tujuannya adalah sebagai ucapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa serta doa agar Ngarso Dalem, Sri Sultan Hamengku Buwono X diberikan keselamatan, kesehatan juga bisa memimpin rakyat Yogyakarta mencapai kesejahteraan dengan cara sedekah laut,” jelas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) DIY Drs. Noviar Rahmad, M.Si.

Rangkaian acara Upacara di Laut digelar dalam rangka merayakan Satu Dasawarsa UU Keistimewaan DIY.

Dalam sambutannya, Noviar menjelaskan jika Keistimewaan Yogyakarta bisa menjadi pedoman untuk mencapai kesejahteraan dan ketenteraman masyarakat. Selain itu juga merupakan momentum introspeksi diri.

“Peringatan Satu Dasawarsa Keistimewaan Yogyakarta bisa menjadi momentum kita semua untuk introspeksi diri. Tentang apa saja yang sudah kita alami dan kita lakukan,” ujarnya.

Acara dimulai dengan kenduri dengan mendoakan tumpeng serta semua uborampe yang akan dilarung. Doa dimpin oleh bapak Mudin diikuti semua peserta upacara. Baru kemudian seluruh peserta membawa tumpeng dengan menggunakan kapal nelayan. Prosesi melarung tumpeng ini diiringi dengan drumband siswa-siswi SMK.

Turut hadir dalam acara tersebut Paniradya Pati Aris Eko Nugroho, S.P., M.Si, KPH Yudanegara, Kepala Biro Umum, Humas dan Protokol Setda DIY Drs. Imam Pratanadi, M.T., Kasatpol PP Gunungkidul, Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Kapolsek Tanjungsari, perwakilan OPD di DIY, nelayan serta perwakilan masyarakat.

Upacara di Laut bisa menjadi sarana untuk menjaga dan melestarikan budaya lokal yang sejalan dengan Visi Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Yaitu 'Menyongsong Abad Samudera untuk Mencapai Kemuliaan Martabat Masyarakat Yogyakarta'.

“Laut atau samudra yang ada di pantai Selatan atau pesisir Kidul memiliki potensi ekonomi dari sektor perikanan maupun pariwisata. Juga memiliki kekayaan laut yang melimpah yang bisa menyokong cita-cita kebangsaan, laut bisa menjadi sumber penghidupan dan penghasilan yang bisa mensejahterakan masyarakat,” jelas Noviar.

Dalam kesempatan yang sama, KPH Yudanegara sebagai perwakilan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat menyampaikan apresiasinya kepada Satpol PP DIY, Satlinmas Rescue Istimewa, Paniradya Kaistimewan yang telah menggagas agenda Upacara di Laut ini.

Sebagai bentuk dari nguri-uri budaya yang sudah memang seharusnya dipertahankan.

Masyarakat pesisir diharapkan bisa menjadikan pantai dan laut sebagai sumber penghidupan, namun dengan tetap menjaga kelestarian dan keberadaan tanah Sultan Ground sesuai dengan peraturan yang ada.

"Sesuai dengan amanat dan peraturan Undang-Undang yang ada sekarang. Bapak Gubernur secara khusus juga menyampaikan pesan hendaknya pantai atau laut Selatan di wilayah DIY adalah milik umum yang bisa dinikmati oleh semua orang. Sehingga jangan sampai terjadi ada wilayah-wilayah di pesisir yang dijadikan milik pribadi atau privat,” terang Kanjeng Yuda.

Kanjeng Yuda juga meminta kepada Satpol PP agar menertibkan pelanggaran-pelanggaran pada tanah-tanah SG yang pemanfaatannya tidak sesuai dengan Perda, Perdais atau Pergub serta kebijakan lainnya.

Senada dengan Kanjeng Yuda, Paniradya Pati, Aris Eko Nugroho, S.P., M.Si menjabarkan jika tujuan pembentukan Satpol PP dalam Undang-undang no.23 tentang Pemerintahan Daerah pada pasal 255 ayat 1 disebutkan bahwa Satpol PP dibentuk untuk menegakan Perda maupun Perkada, menyelenggarakan ketertiban umum dan ketentraman serta perlindungan masyarakat.

Aris menambahkan salah satu Visi Gubernur DIY yang selalu disampaikan adalah menjadikan laut halaman depan.

Masyarakat yang berada di pesisir adalah garda terdepan untuk membuat masyarakat Yogyakarta menjadi lebih sejahtera.

Untuk itu diperlukan kerja dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat untuk bisa memanfaatkan laut dengan bijak untuk kesejahteraan bersama. (*)

Editor: Ties
Tags Sedekah LautTumpengBagikan

RELATED NEWS