jogjaaja.com

Mudik Dongkrak Ekonomi RI Tumbuh 5,44 Persen di Kuartal II-2022

Ties - Jumat, 05 Agustus 2022 15:17 WIB
BPS Umumkan Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,44% di Kuartal II-2022

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2022 mencapai 5,44% secara tahunan (year on year).

Kepala BPS Margo Yuwono, mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat dibandingkan dengan kuartal I-2022 di angka 3,72%. Dalam rentang periode Januari-Juni 2022, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,23% dibandingkan periode yang sama pada 2021.

"Secara yoy kuartal II-2022 tumbuh 5,44%. Hal ini dilihat dari tren pertumbuhan ekonomi yang meningkat secara persisten. Polanya mulai dari kuartal III-2021 terus mengalami pertumbuhan yang terus berlanjut hingga kuartal II-2022," kata Margo dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat 5 Agustus 2022.

Faktor Pendorong

Pertumbuhan ekonomi ini dipengaruhi indikator dari sisi global dan domestik. Dari sisi domestik, hal ini dipengaruhi oleh mobilitas masyarakat yang meningkat karena adanya pelonggaran syarat perjalanan dan juga ada momentum Idulfitri.

Tentunya kedua hal ini menjadi pendorong meningkatnya mobilitas masyarakat. Lalu dari sisi global, pertumbuhan ekonomi mitra dagang utama Indonesia di kuartal II-2022 tetap mengalami pertumbuhan, meski melambat dari kuartal sebelumnya.

Negara seperti China ekonominya tumbuh 0,4%, Amerika Serikat (AS) tumbuh 1,6%, Korea Selatan tumbuh 2,9%, Singapura tumbuh 4,8%, Vietnam tumbuh 7,7%, Taiwan tumbuh 3,1%, terkahir Uni Eropa juga tumbuh sebesar 4%.

Selain pertumbuhan ekonomi mitra dagang, harga komoditas di pasar global turut andil mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2022. Akibatnya Indonesia mendapat Windfall yang membuat kinerja neraca perdagangan Indonesia mengalami suprlus US$15,55 miliar setara dengan Rp232,32 triliun (kurs 14.903) atau naik 148,01 persen (yoy).

Adapun pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2022 jika dilihat dari Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku sebesar Rp4.919,9 triliun.

Sementara berdasarkan harga dasar konstan dengan tahun dasar sebesar Rp2.923,7 triliun.

Editor: Ties
Bagikan

RELATED NEWS