jogjaaja.com

Pemkot Yogya Kirim Sampel ke UGM Deteksi Covid-19 Varian Omicron

Ties - Kamis, 13 Januari 2022 17:49 WIB
Nampak sejumlah lansia tengah menerima dosis ke 3 vaksin Covid-19 atau vaksin booster di RSUD Tangerang Selatan, Rabu 12 Januari 2022. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia

YOGYA, Jogjaaja.com - Pemerintah Kota Yogyakarta menyebut telah mengirimkan sejumlah sampel ke tim Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mendeteksi sebaran Covid-19 varian Omicron di wilayah setempat.

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mendapat laporan adanya pasien dan warga setempat yang terpapar Covid-19 varian Omicron.

"Omicron sampai saat ini kita belum ada laporan dan ada beberapa sampel yang kita kirimkan karena tingkat sebarannya kita curigai ada Omicron dan kita kirim ke UGM tapi hasilnya sampai sekarang belum ada," ujarnya, Kamis (12/1/2022).

Heroe yang juga Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 setempat menjelaskan, pengiriman sampel itu dilakukan karena terdapat fenomena yang tidak biasa pada beberapa pasien Covid-19 yang ditemui.

Kecurigaan itu menguat dan mengindikasikan bahwa pasien itu telah terpapar Covid-19 varian Omicron. Musababnya, terdapat penyebaran yang cepat pada satu keluarga dan beberapa waktu terakhi yang ditemui.

"Karena kalau kita lihat dari tracing yang kontak erat kita juga belum dapatkan, karena kadang kita juga curiga kenapa satu kelompok orang atau satu keluarga kok bisa kena Covid-19 semua," ungkapnya.

Misalnya saja pada pelaku perjalanan luar negeri (LN) atau penyintas Covid-19 dan warga yang telah mendapatkan dua kali dosis vaksin namun tetap juga terpapar Covid-19. Oleh karenanya pengiriman sampel diharapkan bisa mendeteksi lebih dini terhadap Omicron.

"Saya tidak hapal sampelnya berapa yang dikirim. Tapi fenomenanya kita lihat bahwa ada riwayat perjalanan atau kontak erat dengan perjalanan LN atau dia sudah dua kali kena vaksin dan sudah penyintas Covid-19 kok masih bisa kena lagi," jelasnya.

Dijelaskan, sesuai dengan aturan pusat telah ditetapkan bahwa ada beberapa kriteria yang cenderung terjadi jika Omicron masuk ke dalam suatu wilayah. Diantaranya, penularan secara cepat, orang yang baru mendarat dari LN, menginfeksi kelompok sebelumnya tidak rentan misal anak di bawah 18 tahun, orang yang sudah divaksin tapi terinfeksi.

"Lalu penyintas yang terinfeksi dan kasus kematian dengan komorbid, itu yang kita kirim ke UGM untuk diperiksa whole genome sequencing (WGS) dan sampai sekarang belum ada laporan," jelasnya. (Anz)

Editor: Ties

RELATED NEWS