jogjaaja.com

Pernah Ditinggalkan dan Diledakkan, Berikut Fakta Lain Candi Borobudur

Ties - Senin, 06 Juni 2022 16:48 WIB
Candi Borobudur

SLEMAN, Jogjaaja.com - Berita mengenai Candi Borobudur menjadi ramai baru-baru ini.

Hal ini disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang resmi menetapkan tarif baru bagi wisatawan yang ingin naik ke Candi Borobudur sebesar 750 ribu rupiah per orang.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, kenaikan tarif tersebut akan dibarengi dengan kucuran dana untuk merevitalisasi dan mempercantik kawasan candi.

Dia mengatakan, pemerintah berencana menggelontorkan dana sebesar Rp6,8 triliun untuk kawasan Candi Borobudur.

Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk mempercantik kawasan tersebut.


Kebijakan ini lantas menimbulkan berbagai reaksi. Beberapa orang khawatir masyarakat menjadi buta terhadap fakta dan nilai sejarah Candi Borobudur lantaran mahalnya tiket masuk.

Sejak dulu, Candi Borobudur memang terkenal sebagai lokasi wisata yang banyak dikunjungi. Bahkan, ia pernah masuk dalam jajaran Tujuh Keajaiban Dunia versi UNESCO.

Selain sebagai wisata religi, khususnya bagi umat Buddha, Candi Borobudur juga menawarkan vakansi dan ilmu pengetahuan di dalamnya. Jadi, selain berwisata, wawasan sejarah juga didapatkan ketika mengunjungi Candi Borobudur.

Lantas, fakta menarik apa saja yang dimiliki Candi Borobudur, yang mungkin belum banyak diketahui? Berikut daftarnya.

Dulunya Sebuah Danau

Arsitek Belanda W.O.J. Nieuwenkamp menyebut bahwa dulunya Candi Borobudur merupakan sebuah danau purba yang sudah mengering.

Danau tersebut meliputi sebagian dataran Kedu, yang terhampar di sekitar Borobudur.

Apa yang dikatakan Nieuwenkamp ditegaskan oleh hasil kajian geologi yang dilakukan oleh sejumlah peneliti dari Universitas Pembangunan Negeri Veteran Yogyakarta dan ahli geografi UGM Sutikno.

Melalui penelitiannya, mereka membuktikan bahwa pada zaman dahulu, kawasan Candi Borobudur memang merupakan kawasan danau yang sangat luas.

Dibangun dalam 5 Fase

Berdasarkan penelitiannya yang berjudul “Relasi Makna Simbol Candi Borobudur Dengan Ajaran Buddha”, Haryanto meyebut bahwa Candi Borobudur dibangun dalam lima tahapan.

Tahap pertama (780 Masehi) adalah awal pembangunan, yang mana bukit mulai diratakan dan diperluas.

Selanjutnya, dalam kurun 789 Masehi terjadi dua tahapan pembangunan: yakni untuk menambah dua buah undakan berbentuk persegi, dan menaruh stupa-stupa kecil melingkari undakan tersebut.

Tahap selanjutnya, atau yang keempat dan kelima (824-833 Masehi) adalah penyempurnaan.

Yang mana, bangunan mulai ditambah pagar langkan terluar, penyempurnaan relief, perubahan tangga, pelebaran ujung kaki, dan pelengkungan atas gawang pintu.

Sempat Ditinggalkan dan Ditelantarkan
Arkeolog Soekmono dalam bukunya, Chandi Borobudur, menyebur bahwa bangunan tersebut pernah ditinggalkan dan bahkan sempat ditelantarkan sekitar tahun 928 dan 1006.

Itu terjadi ketika Raja Mpu Sindok memindahkan ibu kota kerajaan Medang ke kawasan Jawa Timur.

Menurutnya, perpindahan itu karena, salah satunya terjadi letusan gunung berapi yang membuat Mataram ditinggalkan Candi Borobudur akhirnya ditelantarkan.

Pernah Diledakkan

Pada 21 Januari 1985, Candi Borobudur pernah dibom oleh sekelompok orang pada dini hari. Akibat ledakan ini, sembilan stupa dan dua patung Buddha hancur.

Mengutip beberapa laporan, usai melakukan sejumlah penyelidikan, pihak kepolisian akhirnya berhasil menangkap dua bersaudara, yaitu Abdulkadir bin Ali Alhabsyi dan Husein bin Ali Alhabsyi yang dituding sebagai pelaku pengeboman Candi Borobudur

Dua Kali Dipugar

Candi Borobudur telah dipugar beberapa kali. Pemugaran Candi Borobudur dilakukan pertama kali oleh Th. Van Erp dari tahun 1907 sampai 1911.

Pemugaran kedua dilakukan pemerintah Indonesia yang bekerjasama dengan UNESCO. Pengerjaan pemugaran kedua ini berlangsung dari tahun 1973 sampai 1983. (Eff)

RELATED NEWS