jogjaaja.com

Perusahaan Kripto Bangkrut Lagi, Bitcoin dkk Jatuh Serempak

Ties - Rabu, 25 Januari 2023 23:13 WIB
Ilustrasi aset kripto (Pixabay)

JAKARTA - Bitcoin dan aset-aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar lainnya jatuh serempak karena didorong sentimen negatif dari bangkrutnya Genesis Global Capital.

Genesis Global Capital adalah perusahaan pinjaman bermedium aset kripto yang baru saja mengajukan kebangkrutan pada akhir pekan lalu. Kebangkrutan ini terjadi karena ambruknya harga-harga aset kripto sepanjang 2022.

Berita soal kebangkrutan ini pun mulai berdampak kepada kinerja aset-aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar, termasuk Bitcoin.

Menurut pantauan Coin Market Cap, Rabu, 25 Januari 2023 pukul 13.00 WIB, Bitcoin (BTC) dalam 24 jam terakhir mencatat penurunan 1,98%.

Menurut pantauan tersebut, Bitcoin tengah menempati posisi harga US$22.667 atau setara dengan Rp338,41 juta dalam asumsi kurs Rp14.930 per-dolar Amerika Serikat (AS).

Sementara itu, Ethereum (ETH) terpantau melemah 5,33%, Binance Coin (BNB) 5,43%, Ripple (XRP) 3,54%, dan Cardano (ADA) 7,14%.

Kemudian, Dogecoin (DOGE) mencatat penurunan 5,87%, sedangkan Solana (SOL) menurun 7,37% walaupun peringkatnya naik ke urutan ke-10 aset berkapitalisasi pasar terbesar menggantikan Polygon (MATIC).

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, pasar terkoreksi saat kabar kebangkrutan Genesis muncul.

Kendati demikian, Ibrahim berpendapat bahwa Bitcoin dan aset-aset kripto lainnya masih berpotensi untuk kembali melaju di tren positif.

"Situasi ekosistem industri kripto yang terpantau memburuk tidak terlalu menyurutkan semangat investor. Kabar bangkrutnya Genesis dan efek domino yang dapat ditimbulkannya tidak terlalu membuat investor khawatir," ujar Ibrahim dikutip dari riset harian, Rabu, 25 Januari 2023.

Menurut Ibrahim, potensi Bitcoin untuk mengalami reli masih cukup besar karena pasar masih diselimuti sentimen positif dari penyurutan inflasi AS.

Analis dan Komisaris PT Orbi Trade Berjangka Vandy Cahyadi mengatakan, pasar saat ini menganggap masa-masa agresif dari bank sentral AS alias The Federal Reserve (The Fed) sudah terlewati.

"Jadi, saat mempertimbangkan prospek kebijakan bank sentral, Bitcoin ada di posisi yang menguntungkan mengingat pasar bertaruh kenaikan suku bunga The Fed akan bergerak lebih lambat," kata Vandy dikutip dari riset hariannya, Rabu 25 Januari 2023.

Bagikan

RELATED NEWS