jogjaaja.com

PTM 100 Persen Kejar Ketertinggalan Belajar Murid Selama PJJ

Ties - Jumat, 14 Januari 2022 13:15 WIB
Siswa Sekolah Dasar mengikuti Sekolah Tatap Muka Perdana di SDN 14 Pagi, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Senin, 30 Agustus 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

YOGYA, Jogjaaja.com - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY berharap, pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen yang telah berlangsung kurang lebih dua pekan bisa mengejar ketertinggalan materi pembelajaran yang dialami murid selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring.

"Harapan kita dengan PTM 100 persen ini salah satunya kan kita cukup lama belajar daring, dan dari berbagai penelitian disebut bahwa pembelajaran tatap muka itu lebih efektif dibanding dengan yang daring walaupun kita sudah didukung dengan sarana yang mencukupi," kata Kepala Disdikpora DIY, Didik Wardaya, Jumat (14/1/2022).

Didik mengatakan, saat ini semua sekolah jenjang SMA di wilayah setempat telah melaksanakan PTM 100 persen. Pihaknya mengingatkan kepada tiap sekolah untuk tetap mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) selama PTM berlangsung di sekolah.

"Semua sudah 100 persen dan rata-rata semua sekolah telah melaksanakan itu. Di lima kabupaten/kota sudah serentak melaksanakan PTM 100 persen untuk jenjang SMA," kata Didik,

Didik menyebut, meski pelaksanaan PTM telah dilaksanakan di semua sekolah namun hal-hal yang berkaitan dengan prokes tetap dilaksanakan secara ketat. Misalnya saja untuk pengaturan tempat duduk murid, sebisa mungkin tetap dilaksanakan dengan menjaga jarak.

"Soal bangku yang jaga jarak itu memang ada dua jenisnya, yang meja satu-satu ada menerapkan begitu dan bisa ditata lebih fleksibel jaraknya, kemudian untuk meja yang satu untuk berdua itu posisi duduknya saja yang dipinggirkan, itu kan jarak atau ukurannya 130 cm," jelas dia.

Pihaknya telah mengingatkan kepada tiap sekolah untuk selalu mengingatkan murid agar taat terhadap prokes. Selain mencuci tangan secara rutin, penggunaan masker di lingkungan sekolah juga diharapkan bisa dilakukan optimal, guna mencegah penyebaran Covid-19 di masa PTM 100 persen ini.

"Termasuk menghindari kerumunan, kantin kan masih kita tutup jadi murid membawa bekal sendiri dan kita lakukan seoptimal mungkin prokesnya," ungkap Didik.

Tercatat, ada sebanyak 390 an SMA dan SMK negeri dan swasta yang ada di DIY yang telah melaksanakan PTM 100 persen. Sebelum itu, pihaknya juga telah melakukan dialog kepada sejumlah sekolah untuk menanyakan perihal kesiapan dalam menggelar PTM 100 persen.

"Kita juga sebenarnya bagi sekolah yang belum siap masih diperbolehkan PTM 50 persen, tapi kemarin kita sudah kumpulkan beberapa sekolah dan lihat bagaimana laporannya, semua sudah siap PTM 100 persen, termasuk juga kesiapan untuk memantau murid dalam penerapan prokes," pungkas dia. (Anz)

RELATED NEWS