Realisasi PEN Rp377,5 Triliun, Anggaran Perlindubgan Sosial dan Kesehatan Naik Tinggi

Ties - Selasa, 14 September 2021 11:23 WIB
Airlangga Hartanto (sumber: Kemenko Perekonomian RI)

JAKARTA, Jogjaaja.com- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan realisasi anggaran Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Tahun 2021 telah mencapai Rp377,5 triliun hingga 10 September 2021.

"Terkait dengan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), ini terjadi realisasi PEN mencapai 50,7 persen dari pagu Rp744,77 triliun," ujar Airlangga dalam keterangan pers virtual Senin, 13 September 2021 sebagaimana dilansir dari laman resmi TrenAsia.com jaringan media Jogjaaja.com.

Dia menjelaskan bahwa realisasi PEN untuk klaster Perlindungan Sosial (Perlinsos) dan kaster Kesehatan hingga periode akhir kuartal ketiga tahun ini tumbuh siginifikan.

Realisasi anggaran sektor kesehatan meningkat dari Rp47,71 triliun di kuartal kedua menjadi Rp93,45 triliun, sedangkan klaster Perlinsos meningkat dari Rp66,43 triliun di kuartal II menjadi Rp108,16 triliun.

Selanjutnya, untuk Program Prioritas yang di kuartal II Rp41,83 triliun, menjadi Rp58,04 triliun, klaster Dukungan UMKM dan Korporasi yang di kuartal II Rp51,27 triliun menjadi Rp59,93 triliun, dan Insentif Usaha di kuartal II Rp45,07 triliun menjadi Rp57,92 triliun.

Airlangga menambahkan, terkait dengan Program Kartu Prakerja, total pendaftar telah mencapai  69,7 juta orang yang berasal dari 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota.

Pada 2021, batch 12-19 penerimanya adalah 4,3 juta, dan telah menyelesaikan pelatihan 3,2 juta. Sementara, peserta yang telah mendapatkan insentif 3.040.724 penerima, dan insentifnya Rp6,82 triliun. 

Batch 19 pendaftarnya sebanyak 3.967.595, yang eligibel 2.413.667, yang diterima 800.000, 

"Pendaftaran telah dibuka 9 September dan berakhir 12 September kemarin," katanya.

Ketua Komite PEN ini juga mengatakan realisasi Program Perlinsos berupa Bantuan Subsidi Gaji/Upah untuk Pekerja/Buruh (BSU), hingga 10 September telah dicairkan kepada 3,4 juta pekerja yang masing-masing mendapatkan Rp1 juta.

Kemudian, untuk Program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM), realisasinya mencapai Rp15,25 triliun untuk 12,71 juta pelaku usaha mikro. Jumlah ini sekitar 99,3 persen dari total anggaran Rp15,36 triliun.

Airlangga menyebut, pemerintah juga telah mulai menyalurkan Bantuan Tunai untuk Pedagang Kaki Lima dan Warung (BT-PKLW). 

Bantuan yang pertama kali mulai disalurkan di Kota Medan, Sumatra Utara ini akan disalurkan kepada 1 juta PKL dan pemilik warung yang masing-masing akan menerima sebesar Rp1,2 juta.

"(Bantuan ini) Disalurkan melalui Polri dan TNI, bagi PKL dan warung bukan penerima BPUM, berada pada lokasi PPKM Level 3 dan 4 berdasarkan Instruksi Mendagri Nomor 27 dan 28 Tahun 2021," ungkap Airlangga.*

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Daniel Deha pada 14 Sep 2021 

Bagikan

RELATED NEWS