Tak Hanya Sediakan Genose, Masjid Jogokariyan Tetap Buka Pasar Sore Ramadan

Ties - Rabu, 21 April 2021 13:30 WIB
Ustaz Jazir dalam suatu pertemuan (Ties)

YOGYA - Takmir Masjid Jogokariyan tetap mengadakan pasar sore ramadan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Bahkan, pada awal ramadan sebanyak 179 pedagang resmi yang terdaftar harus mengikuti test Genose dan wajib diulang dalam lima hari sepanjang Ramadan karena pandemi Covid-19 belum berakhir dan menjamin kesehatan para pedagang dan masyarakat.

Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Yogyakarta Ustaz Muhammad Jazir mengatakan, tes GeNose kepada pada pedagang pasar sore ini dilakukan, mengingat pandemi Covid-19 masih belum usai.

Tujuannya, agar kesehatan dan keamanan di lingkungan Masjid Jogokariyan tetap terjaga meski aktivitas tetap dijalankan selama Ramadan kali ini.

"Nanti kita tetep ada pasar sore tetep ada. Kemudian kita sediakan GeNose. Jadi nanti para pedagang itu sebelum berdagang kita pastikan mereka negatif Covid-19," kata Jazir dalam suatu pertemuan.

Jazir menuturkan pengecekan kondisi para pedagang pasar sore dengan GeNose itu akan dilakukan secara berkala. Agar lebih memastikan bahwa sepanjang Ramadan aktivitas masyarakat di Masjid Jogokariyan tetap bebas dari Covid-19.

"Nanti akan dicek secara periodik, dicek ulang setiap 4 hari sekali, dipastikan mereka yang berjualan itu negatif Covid-19,"

Beberapa penyesuaian saat menggelar pasar sore di Masjid Jogokariyan juga telah diatur mengingat kondisi pandemi Covid-19, termasuk dengan pemberian jarak antara pedagang satu dengan lainnya.

Hal itu guna mengantisipasi adanya kerumunan yang mungkin terjadi ketika berbelanja. Dengan pemberian jarak itu juga berpengaruh kepada jumlah pedagang yang akan berjualan.

"Kemudian pedagang ada jarak 2 meter antara satu dengan yang lain. Sehingga sekarang hanya 179 pedagang. Biasanya kan 600 lebih," ujarnya.

Terkait dengan usulan Wakil Wali Kota Yogyakarta mengenai pasar sore dengan sistem layanan tanpa turun atau drive thru, kata Jazir, itu tetap akan ditampung. Namun memang pihaknya tidak bisa memaksakan saran itu kepada para pembeli yang akan datang.

"Iya kalau saran ya kita juga sarankan. Cuma masalahnya pembeli itu kan mungkin pas datang ia ingin langsung buka pengen minum di tempat, jajan minum es. Kalau mewajibkan juga ngga bisa, karena orang datangkan belum tahu juga. Dia datang sudah mendekati Magrib terus langsung pengen beli es cendol dan ingin buka dan minum di situ ya silakan saja," tuturnya.

Kendati begitu Jazir menegaskan telah membuat penjagaan yang ketat dari barat hingga ke timur yang digunakan sebagai akses masyarakat. Nantinya pihak masjdi akan dibantu oleh TNI dan Satpol-PP untuk pengawasan protokol kesehatan.

"Kemudian akan kita perbanyak wastafel sama untuk hand sanitizer dan pengunjung yang akan masuk ke pasar sore juga akan kita cek suhu. Kami juga sediakan masker bukan hanya mewajibkan. Jadi bagi yang lupa bawa nanti dibagikan secara gratis," tegasnya.

Terkait dengan layanan Genose, Uztaz Jazir dan  mengutip Instagram Masjid Jogokariyan, layanan tes GeNose terbuka dari hari Senin-Sabtu dengan jadwal berikut ini: Pagi: 07.00-10.00 WIB Malam: 20.00-22.00 WIB. Untuk pagi, kuotanya dibatas hanya 20 kantong dan malam hari untuk 10 kantong.

Masyarakat yang ingin melakukan tes GeNose tidak perlu memesan terlebih dahulu. Masyarakat bisa langsung datang ke Masjid Jogokariyan Yogyakarta pada jam-jam yang sudah ditetapkan (On the Spot). Untuk biayanya disebutkan 'infaq' minimal Rp 15.000 per orang. Sehingga bagi yang ingin memberi lebih dipersilakan. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi: CP Genose: 0815-7446-4551 Instagram: @masjidjogokariyan. (*)

 

RELATED NEWS