
Covid-19 Melonjak, Pemkot Yogya Susun Aturan Pembatasan Masyarakat
- YOGYA, Jogjaaja.com - Pemerintah Kota Yogya mengaku akan menyusun peraturan yang berkaitan dengan pembatasan kegiatan di masyarakat menyusul melonjaknya k
Jogja
YOGYA, Jogjaaja.com - Pemerintah Kota Yogya mengaku akan menyusun peraturan yang berkaitan dengan pembatasan kegiatan di masyarakat menyusul melonjaknya kasus Covid-19 di wilayah itu dalam beberapa hari terakhir.
Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogya, Heroe Poerwadi mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan bagian hukum untuk merancang aturan yang tepat berkaitan dengan pembatasan di masyarakat. Langkah ini pun diharapkan bisa mencegah penularan Covid-19 tidak meluas.
- Nih, Link Nonton Film The Tinder Swindler Tentang Sosok Simon Leviev yang Viral Jadi Crazy Rich Palsu
- Polisi Bekerja Sama dengan BPBD Sleman dan PLN Yogyakarta Turunkan Baliho Roboh di Simpang Tiga UIN
- Maksimalkan Pengawasan Obat dan Makanan, BPOM di Yogyakarta Jalin Sinergi dengan Berbagai Pihak
"Kita tengah susun aturannya kemarin saya koordinasi dengan asisten kesra dan tapem dan bagian hukum untuk memperketat prokes dalam aktivitas di masyarakat. Ini kita minta diketatkan, dan PTM sudah 50 persen itu sudah antisipasi kita supaya tidak terjadi sebaran yang luas dari varian yang baru ini," kata Heroe, Minggu (6/2/2022).
Menurutnya dengan lonjakan kasus Covid-19 sejak akhir Januari lalu sampai dengan awal Februari ini, sejumlah wilayah utamanya RT berubah peta zonasi epidemiologi sebaran Covid-19-nya. Per akhir pekan lalu, tercatat ada sebanyak 98 persen zona kuning di wilayah RT, kemudian yang zona oranye dua wilayah, dan zona hijau kian berkurang.
"Karena sebagian besar kasus itu OTG, oleh karena itu kita mendorong untuk isoman dan posko di RT dan RW sudah kita minta kalau rumahnya tidak memungkinkan untuk dijadikan untuk tempat isolasi, maka kita siapkan tempat selter yang kita miliki di Bener, dan nanti kalau perlu kita buka lagi di Gemawang," ucapnya.
Pihaknya juga belum mengetahui apakah kenaikan jumlah kasus Covid-19 belakangan berkaitan dengan varian Omicron atau bukan. Saat ini Pemkot juga tengah menjalin komunikasi dengan epidemiolog untuk menganalisis temuan dan juga lonjakan kasus yang ada di wilayah itu.
"Kenaikan jumlah kasus ini yang sedang kita minta analisis epidemiologinya seperti apa dari kasus tertentu, karena pelaku perjalanan itu ada dua yang Omicron. Awalnya itu dari kita kedatangan tamu atau orang kita yang bepergian keluar," ungkapnya.
Di sisi lain, pihaknya juga tengah memaksimalkan percepatan proses vaksinasi booster atau penguat baik kepada warga lanjut usia maupun masyarakat umum. Hampir seluruh rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Yogya disebut Heroe telah melayani penyuntikan vaksin booster.
- Marikatsu Spot Ramen dan Katsu Ternyaman di Yogyakarta
- Mudah Kok, Begini Cara Cek Pajak Mobil Lewat SMS
- PBTY 2022 Digelar Daring, Angkat Tema Lestari Budayaku, Mewangi Negeriku
"Kita terus lakukan booster, inikan sudah kita siapkan di RS semua dengan kapasitas sebanyak 11, empat poliklinik, itu ada yang kapasitas 50 orang/perhari, ada yang 350 orang/hari dan memang kita juga minta wilayah-wilayah termasuk lurah, RT, RW untuk mulai mempercepat proses boosternya," jelas dia. (Anz)
