Jogja

Dialog Kebangsaan UII Yogyakarta Mencari Pemikiran Imaji Satu Abad Indonesia

  • YOGYA, Jogjaaja.com - Universitas Islam Indonesia (UII) sebagai kampus Islam sekaligus kebangsaan berinisiatif menggelar dialog kebangsaan bertema Imaji Satu Ab
Jogja
Ties

Ties

Author

YOGYA, Jogjaaja.com - Universitas Islam Indonesia (UII) sebagai kampus Islam sekaligus kebangsaan berinisiatif menggelar dialog kebangsaan bertema Imaji Satu Abad Indonesia pada Selasa (26/7/2022) di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakkir UII

Acara ini menghadirkan narasumber, Prof. Dr. H. Mohammad Mahfud M.D. (‎Menko Polhukam RI), K.H. Yahya Cholil Staquf (Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), dan Prof. Musa Asy'arie (Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2010-2014).

Rektor UII, Prof Fathul Wahid mengatakan, sejalan dengan tema yang diangkat acara ini bertujuan mendialogkan gagasan pembangunan Indonesia yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis pada semangat pemerataan.

Guna membumikan gagasan pembangunan tersebut, tentunya diperlukan pondasi yang kokoh yakni persatuan.

Berangkat dari hal itu, akan muncul sejumlah pertanyaan dan titik tolak bahan diskusi yang bernas. Sejauh mana potensi umat Islam dalam merekatkan persatuan?

Tantangan apa yang Indonesia hadapi dalam mewujudkan pemerataan pembangunan? Ke mana arah Indonesia dalam pembangunan manusia dan penguasaan iptek?

Dan bagaimana potensi Indonesia dalam mewujudkan pembangunan ekonomi berkelanjutan?

"UII merasa terhormat dapat menjadi rumah untuk mendialogkan pemikiran dari para cerdik cendikia lewat acara ini. Terselip harapan, semoga pesan yang terkandung dalam acara ini semakin terlantang dan mewarnai keragaman diskursus pemikiran imaji satu abad Indonesia," katanya.

Fathul menambahkan bahwa, mewujudkan Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur adalah cita-cita kebangsaan amanat para pendiri bangsa dalam Pembukaan UUD RI 1945.

Kemerdekaan dan kedaulatan memang telah dicapai sejak hampir 8 dasawarsa silam. Namun mewujudkan masyarakat yang bersatu, adil, dan makmur terus menjadi pekerjaan rumah lintas generasi bagi segenap anak bangsa.

"Terlebih di tengah tantangan zaman yang penuh ketidakpastian. Oleh karena itu, imaji satu abad Indonesia menjadi narasi yang pantas untuk didialogkan," pungkas dia. (*)