Jogja

Dipantau Forpi Kota Yogyakarta, Tes ASPD Murid SMP Berjalan Lancar

  • YOGYA, Jogjaaja.com - Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta melakukan pemantauan terkait pelaksanaan Tes Pendalam Materi Berbasis Komputer (TPMBK) A
Jogja
Ties

Ties

Author

YOGYA, Jogjaaja.com - Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta melakukan pemantauan terkait pelaksanaan Tes Pendalam Materi Berbasis Komputer (TPMBK) ASPD bagi murid kelas VII Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah/sederajat di Kota Yogyakarta, Kamis (10/2/2022).

Anggota Forpi Kita Yogyakarta, Umi Hidayati mengatakan, sejumlah sekolah yang dipantau itu yakni SMP N 6 Kota Yogyakarta, SMP N 8 Kota Yogyakarta dan SMP N 5 Kota Yogyakarta. Menurutnya secara keseluruhan pelaksanaan TPMBK ASPD tingkat SMP atau sederajat di Kota Yogyakarta pada hari kedua dengan mata pelajaran yang diujikan yakni Matematika, berjalan dengan lancar.

"Tidak ada masalah. Jaringan internet maupun aliran listrik tidak mengalami gangguan. Begitupun dengan protokol kesehatan telah dijalankan dengan baik," jelas dia.

Di SMP N 6 Kota Yogyakarta ada tiga ruangan yang digunakan. Pelaksanaan TPMBK di SMP N 6 Kota Yogyakarta berlangsung selama dua sesi. Di mana, sesi pertama dimulai pukul 07.30 WIB - 09.10 WIB sementara sesi kedua pukul 10.00 WIB - 11.40 WIB.

Sementara pelaksanaan TPMBK ASPD di SMP N 8 Kota Yogyakarta menggunakan delapan ruangan. Ada satu siswa dari SMP Bhinneka Kota Yogyakarta yang ikut bergabung dalam mengikuti TPMBK ASPD. Sebelum dan setelah pelaksanaan TPMBK ASPD seluruh ruangan dibersihkan dan disemprot disinfektan.

Anggota Forpi Kita Yogyakarta lainnya, Baharudin Kamba menambahkan, ada dua hal yang ditekankan pihaknya dalam pelaksanaan TPMBK ASPD tahun ini. Pertama, apabila ada siswa sedang dalam kondisi tidak sehat atau sakit, maka orangtua tidak perlu memaksakan anaknya untuk berangkat ke sekolah.

"Karena pihak sekolah telah memfasilitasi dengan zoom meeting atau daring apabila ada siswa yang tidak berangkat sekolah karena sakit. Orangtua tidak perlu khawatir anaknya ketinggalan pelajaran atau tidak mengikuti TPMBK karena toh pihak sekolah memfasilitasi secara daring," jelasnya.

Kedua, apabila dalam proses belajar mengajar atau pembelajaran tatap muka termasuk dalam pelaksanaan TPMBK ada siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19, maka pihak sekolah segera lakukan koordinasikan dengan Satgas Covid-19 terdekat. Dalam hal ini dapat berkoordinasi dengan pihak Puskesmas atau layanan kesehatan lainnya.

"Termasuk koordinasi dengan pihak Disdikpora Kota Yogyakarta. Untuk menentukan langkah selanjutnya akan dilakukan. Jangan ada yang ditutup-tutupi karena bisa berakibat buruk. Kejujuran dari pihak orangtua maupun sekolah menjadi hal terpenting apabila ada siswa  terkonfirmasi positif Covid-19," pungkasnya. (Anz)