
Diserang Isu Negatif, PM Inggris Boris Johnson Mundur
- Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akan segera mundur menyusul beberapa jajarannya yang telah terlebih dahulu mundur.
News
LONDON – Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akan segera mundur menyusul beberapa jajarannya yang telah terlebih dahulu mundur.
“Perdana Menteri akan segera membuat pernyataan kepada negara hari ini,” ujar juru bicara kantor Perdana Menteri, seperti dikutip dari Politico.
Dalam waktu yang hampir bersamaan, pemerintahan Inggris terpaksa menelan pil pahit dengan mundurnya dua menteri penting. Mundurnya Kanselir Menteri Keuangan Rishi Sunak dan Sekretaris Kesehatan Sajid Javid dianggap sebagai penentu kelanjutan kabinet Boris.
- Dukung Kemenparekraf, Zenius Luncurkan Seri Dokumenter untuk Bangkitkan Pariwisata Indonesia
- Flagship POCO, Sang Pendobrak Pasar Smartphone Tersedia Perdana pada 7 Juli 2022
- Pemerintah Didorong Kolaborasi Penelitian Produk Tembakau Alternatif
Ia setuju mundur setelah berbicara dengan ketua Komite Tory 1992, Sir Graham Brady pada Kamis pagi, 7 Juli waktu setempat, menurut laporan iNews.co.uk.
Sebelum kemundurannya, pemerintahan perdana menteri yang memimpin kampanye Brexit pada tahun 2016 dari Partai Konservatif itu telah mengalami berbagai krisis selama berbulan-bulan.
Salah satunya adalah munculnya kebenaran mengenai pesta di tengah lockdown COVID-19 yang dihadiri tokoh-tokoh kunci pemerintahan termasuk Boris sendiri. Warga Inggris mengecam tindakan para petinggi negaranya yang dianggap mengkhianati para tenaga kesehatan.
Selain itu, ada juga kabar mengenai penanganan pemerintah yang buruk atas tindakan kekerasan oleh anggota parlemen.
- Lima Rekomendasi Lokasi 'Bookdate' yang Lagi Ngetrend di Yogyakarta
- Ternyata Pendaftaran Pembelian Pertalite dan Solar Tak Berlaku untuk Motor
- Kabar Duka, Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo Meninggal Dunia
Beberapa jam sebelumnya, Boris justru menegaskan bahwa ia akan berjuang mempertahankan posisinya di pemerintahan Inggris.
