Salah satu penari asal Daerah Istimewa Yogyakarta tampil di ajang Dubai World Expo 2020.
Home

Dubai World Expo 2020, Ajang Pemda DIY Kenalkan Potensi Lokal dan Menarik Calon Investor

  • Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta Bersama delegasi Keraton Yogyakarta mengusung tema ‘The Great Heritage for Great Opportunity dalam Dubai World Expo (DWE) yang digelar di Dubai, Uni Emirat Arab, 5-11 November 2021.
Home
Tyo S

Tyo S

Author

DUBAI, Jogjaaja.com – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) Bersama delegasi Keraton Yogyakarta mengusung tema ‘The Great Heritage for Great Opportunity dalam Dubai World Expo (DWE) yang digelar di Dubai, Uni Emirat Arab, 5-11 November 2021. Tema ini menggambarkan bahwa titik focus Yogyakarta dalam mengembangkan sector ekonomi dan budayanya adalah nilai-nilai local, potensi local, dan industry 4.0.

Kepala DPPM DIY Agus Priono mengatakan, keikutsertaan DIY pada DWE ini juga sesuai dengan imbauan Presiden RI Joko Widodo agar daerah dapat memanfaatkan dengan baik ajang tersebut. “Untuk itu DIY ikut serta, apalagi ini termasuk expo ketiga terbesar setelah World Cup dan Olimpiade serta kebetulan ini adalah expo yang digelar di UEA. Mereka secara serius telah mempersiapkan expo ini. Kami mengambil kesempatan ini untuk promosi baik bidang perdagangan, pariwisata, dan instansi tentunya dengan menonjolkan heritage dan mengedepankan aspek budaya,” tambah Agus.

Lanjut Agus, partisipasi ini didukung oleh perwakilan resmi Indonesia dan juga komunitas Indonesia di Dubai. Pemerintah Daerah Yogyakarta mengundang calon pembeli, calon investor, perwakilan dari beberapa paviliun beberapa negara dan media di Dubai. “Ini adalah branding Indonesia, di mana DIY mendapat waktu untuk mengikuti expo pada 5-11 November 2021,” ujarnya.

Terdapat beberapa forum yang diikuti pada gelaran DWE ini, seperti Forum Pariwisata dan Forum Investasi. Adapun Forum Pariwisata merupakan Pengenalan Pengalaman Budaya Yogyakarta, warisan yang dibangun oleh sejarah besar KAsultanan Yogyakarta sebagai pusat influencer budaya, pariwisata eksklusif, dan konsep wisata kesehatan yang mengutamakan kesehatan dan kebugaran tubuh.

Sementara, Forum Investasi adalah presentasi dari beberapa proyek yang siap ditawarkan seperti Proyek Terpadu Kawasan Prambanan, Jogja Agriculture Hub, Pengembangan Kawasan Hargobinangun (Proyek Peternakan Sapi Perah), industri start-up & youthpreneurship di Yogyakarta.

Dalam helatan kali ini, Pemda DIY menampilkan 12 repertoar tari dari Keraton Yogyakarta. Untuk pertunjukan tarinya, Yogyakarta mempersembahkan beberapa tari Keraton Yogyakarta. 

"Penampilan tari Keraton merupakan salah satu pertunjukan pertunjukan yang unik di Dubai Expo 2020 dan kebetulan kami mendapat 3 slot tempat yakni indoor di teater room untuk tari pembuka dan yang dua lainnya outdoor. Setiap harinya, kita menampilkan 7 repertoar,” ujarnya.

Sementara, Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Aris Riyanta berharap keikutsertaan Pemda DIY adalah bentuk dari kesinambungan program. “Dulu kami pernah mengikuti Jogja Premium Export di Festival Indonesia Moscow 2019. Partisipasi di DWE ini adalah bentuk support Pemda DIY pada industri kecil menengah yang telah menghasilkan produk ekspor kualitas premium. Kita lebih banyak di sini untuk branding produk premium. Supaya nantinya lebih dikenal baru selanjutnya dilakukan promosi lanjutan,” ungkapnya.

Selain itu, Aris Riyanta mengaku pada temu bisnis yang dilakukan, pihaknya melibatkan 5 IKM yang memproduksi produk premium ke DWE. “Sebetulnya ada 20 IKM yang masuk e-katalog, namun kami hanya melibatkan 5 yang berangkat ke DWE. Kelima IKM ini terdiri dari furniture, home deco, fashion, craft, dan food beverage. Dalam pelibatan ini, kami mengambil dari asosiasi, kemudian mereka menunjuk secara personal. Intinya yang memiliki atau bisa mempresentasikan bagus untuk menarik minat pengunjung,” tambahnya. 

Aris Riyanta mengaku, pameran produk lokal yang digelar di DWE cukup menarik minat pengunjung. “Seharinya, tak kurang dari 5 ribu orang yang mengunjungi stand. Dari temu bisnis yang ada bahkan sudah ada satu bentuk pembicaraan dengan pengusaha untuk melakukan kunjungan di Jogja, yakni dari Jerman dan Dubai, juga ada yang trader baik dari potensi yang ditampilkan atau yang lain, misalnya gudeg. Gudeg sudah dibawa pengusaha di sini ke tempat usahanya,” jelasnya.

Sementara, Kabid Bidang Promosi dan Pemasaran Dinas Pariwisata DIY Marlina Hidayati, mengatakan bahwa pada gelaran DWE, Dinas Pariwisata menawarkan beberapa hal pada Business Tourism Forum yakni Wellness Tourism, Quality Tourism, dan Yogyakarta Cultural Experiences. “Semuanya kami tawarkan dengan dengan fasilitas yang pre dan premium,” jelas Marlina.

Marlina menambahkan, alasan dilakukannya penawaran tersebut karena latar belakang potensi pariwisata DIY yang memenuhi 3A (Attraction, Amenities, dan Accesibilities). “Selain itu adanya pergeseran tren di masa Covid-19 dari single tourism dan quality tourim tidak dalam mass tourism. Sehingga, perlu upaya untuk mendongkrak length of stay untuk memperoleh lebih banyak lagi spending money wisatawan karena dalam paket tersebut menguatkan storynomic atau storytelling dalam tourism,” katanya.

Lebih lanjut, ia menambahkan jika kegiatan ini diharapkan dapat mendatangkan investasi dari UEA dan sekitarnya, memperkenalkan Yogyakarta sebagai destinasi wisata yang sangat menarik. “Termasuk juga membuka pasar luar negeri untuk produk unggulan Yogyakarta, serta memperkenalkan warisan kerajaan dan budaya yang masih lestari,” tutupnya. (*)