
Ganjar Pranowo Bersilaturahmi ke Ketum PP Muhammadiyah di Yogyakarta
- Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo bersilaturahmi ke Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nahir di Jalan Cik Di Tiro, Gondokusuman, Yogyakarta, Kamis (5/5).
News
Yogyakarta - Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo bersilaturahmi ke Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nahir di Kantor PP Muhammadiyah di Jalan Cik Di Tiro, Gondokusuman, Yogyakarta, Kamis (5/5).
Menurut Ganjar keinginan untuk bersilahturahmi kepada Ketua PP Muhammadiyah sudah cukup lama, tetapi waktu itu karena masih dalam pandemi Covid-19 sehingga tertunda.
“Kebetulan saya lagi di Jogja kontak beliau Pak Haedar ada waktu jadi bisa bertemu untuk silaturahmi dan ngobrol-ngobrol,” katanya.
- Rekomendasi Film Bioskop Terbaru yang Bisa Ditonton Libur Lebaran
- Puncak Arus Balik Lebaran Via Terminal Dipredisksi 8 Mei
- Ini 4 Hal Paling Populer di Facebook dan Instagram Selama Ramadan 2022
- FIM Junior GP, Fadillah Arbi Aditama Andalan Astra Honda
Dalam pertemuan itu, sambung Ganjar dibicarakan banyak hal, di antaranya tentang ekonomi kecil atau mikro dan usaha kecil menengah (UKM) agar mendapatkan perhatian untuk mendongkrak perekonomian.
Selain itu juga soal politik pertanian, khususnya politik pangan karena disampaikan ada masalah minyak goreng yang musti diselesaikan meskipun apresiasi juga bagus karena pemerintah bisa tegas.
“Terkait politik pangan perlu cara menggerakkan ekonomi dengan kekuatan bangsa, khususnya dari anak-anak kandung Indonesia sendiri, misalnya mengenai beberapa komoditas pertanian seperti bawang, kedelai, garam, dan lainnya,” ujar Ganjar.
Sementara, Ketua PW Muhammadiyah Jateng, Tafsir yang ikut hadir dalam pertemuan itu menjelaskan beberapa pokok bahasan dalam silaturahmi Gubernur Jateng dengan Ketua PP Muhammadiyah tersebut antara lain terkait situasi kebangsaan, di mana ada tukar pandangan antara Haedar Nashir dengan Ganjar Pranowo sebagai perwakilan pemerintah.
Pandangan Muhammadiyah sangat jelas mengenai situasi kebangsaan yakni pemimpin bangsa itu harus berdiri di atas segala golongan, tidak boleh berpihak pada satu kelompok.
“Istilah Pak Haedar itu, negara tidak boleh bermahzab. Mahzab pemimpin itu ya memayungi semuanya. Itu yang disampaikan kepada Pak Ganjar sebagai Gubernur Jateng,” ujar Tafsir.
Dalam pertemuan itu, imbuh Tafsir juga dibicara terkait persiapan Muktamar Muhammadiyah yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 18-20 November 2022 di Solo, Jateng.
- Mengapa Ada Tradisi Berbagi Angpau Lebaran, Begini Penjelasannya
- Ketupat Tak Hanya Makanan Khas Lebaran, Ternyata Punya Makna Mendalam
- Tidak Melulu Ketupat, Ini Makanan Khas Lebaran di Indonesia
“Pak Gubernur sebagai pemimpin Jawa Tengah, siap mendukung terkait dengan Muktamar Muhammadiyah,” katanya. (-)
