Jogja

Gerakan Nol Sampah Anorganik Diklaim Optimal

  •  YOGYA, Jogjaaja.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mengklaim awal tahun jni pembuangan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) Piyungan turun 20 to
Jogja
Ties

Ties

Author

YOGYA, Jogjaaja.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mengklaim awal tahun jni pembuangan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) Piyungan turun 20 ton perhari. Hal itu karena gencarnya sosialisasi zero sampah anorganik, salah satunya dengan fashion show pakaian sampah plastik di Tukangan, Kalurahan Tegalpanggung, Kemantren Danurejan, Kota Yogyakarta.

Fasilitator Kalurahan Tegalpanggung Eka Sulistyawati mengatakan, bahwa saat ini ada 16 bank sampah di Tegalpanggung. Menurutnya, semua beroperasi namun masih kesadaran masyarakat akan pemilahan sampah anorganik masih kurang.

"Karena tujuan kita zero sampah anorganik, kita buat acara fashion show dengan kostum dari sampah plastik bank sampah," katanya kepada wartawan di Tukangan, Kota Yogyakarta, Minggu (29/1/2023).

Dengan cara unik tersebut, Eka menilai masyarakat akan lebih paham jika sampah anorganik bisa memiliki nilai ekonomi jika benar pemanfaatannya. Seperti halnya sampah plastik yang bisa disulap menjadi aneka kerajinan hingga pakaian.

"Contoh, dengan kantong plastik kita bisa mendapatkan income (pemasukan) yang aktif. Jadi biar masyarakat luas tahu bahwasanya dengan kantong plastik bisa jadi pemasukan, dan masyarakat nantinya mau memilah sampah," ucapnya.

"Karena hasil dari sampah yang dipilah bisa laku dijual, seperti bungkus mie instan dan kantong plastik," lanjut Eka.

Ketua Forum Bank Sampah Kota Yogyakarta Aman Yuriadijaya menjelaskan, bahwa fashion show yang pesertanya mengenakan pakaian dari sampah anorganik dapat meningkatkan perilaku sosial masyarakat. Mengingat perilaku sosial masyarakat modal berhasilnya zero sampah anorganik.

"Karena semua itu tergantung kesadaran masyarakat untuk memilah sampah," ucapnya.

Pasalnya, pria yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Yogyakarta menyebut saat ini pembuangan sampah harian ke TPA Piyungan sudah turun hingga puluhan ton. Semua itu akibat masifnya sosialiasi terkait pelarangan pembuangan sampah anorganik di depo pembuangan sampah.

"Sampai pekan ketiga bulan Januari atau 21 hari berhasil turun, tapi penurunannya baru sekitar 20 ton sampah perhari di TPA Piyungan," katanya.

"Target kita dalam tempo 3 bulan ini bisa turun sekitar 40 ton. Jadi sampah kita biasa dibuang ke TPA Piyungan 250 ton sehari mudah-mudahan mulai April bisa turun 40-50 ton," lanjut Aman.

Oleh sebab itu, sosialisasi akan pentingnya memilah sampah dan memanfaatkan sampah anorganik menjadi barang bernilai ekonomis terus digenjot. Bahkan, Aman mengungkapkan setelah tiga bulan dari sekarang Pemkot bakal menerapkan sanksi bagi masyarakat yang membuang sampah anorganik di depo-depo.

 

"Kemungkinan setelah 3 bulan itu baru aspek-aspek penindakan yang berorientasi pada sanksi sebagaimana diatur dalam Perda akan mulai diterapkan. Jadi kalau ada pelanggaran, tiga bulan pertama lebih ke pembinaan atau non yustisi. Nah, setelah 3 bulan baru kita lakukan operasi yustisi yang mengarah ke sanksi seperti tindak pidana ringan, jadi hukuman ada denda juga ada," ujarnya. (Anz)