Bupati Bantul Abdul Halim Muslih (kiri) dalam Deklarasi Damai jelang pemilihan lurah serentak di Kabupaten Bantul.
Bantul

Jelang Pemilihan Lurah Serentak, Bupati Bantuk Gelar Deklarasi Damai

  • Kabupaten Bantul akan melaksanakan pemilihan lurah secara serentak pada 25 September mendatang.
Bantul
Tyo S

Tyo S

Author

BANTUL, Jogjaaja.com – Kabupaten Bantul akan melaksanakan pemilihan lurah secara serentak pada 25 September mendatang. Untuk itu, Bupati Bantul didampingi Sekretaris Derah Kabupaten Bantul, Asisten Bidang Pemerintahan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan, Ketua KPU Kabupaten Bantul, Ketua DPRD Kabupaten Bantul, serta Kapolsek Kabupaten Bantul beserta jajaran Forkopimda terkait menghadiri Pembekalan Calon Lurah dan Deklarasi Damai, pada Rabu (14/9).

Acara yang berlangsung di Gedung Induk Mandala Sabha ini diikuti oleh 75 Calon Lurah dari 21 Kalurahan.

Ketua Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan, Sri Nuryanti, menyampaikan untuk pemilihan lurah tahun ini, Pemerintah Kabupaten Bantul telah mengeluarkan Peraturan Bupati Nomor 24 Tahun 2022 tentang bantuan khusus keuangan kepada 21 kalurahan untuk pemilihan lurah dan Peraturan Bupati Nomor 34 Tahun 2022 tentang waktu tahapan pelaksanaan pemilihan lurah serentak tahun 2022.

Dalam sambutannya, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih berharap pemilihan lurah tahun ini dapat dilaksanakan sebaik-baiknya sebagai sarana perwujudan kedaulatan rakyat dan memberikan hak kepada warga untuk memenuhi syarat untuk mendapatkan hak untuk dipilih.  Menurutnya, rakyat memiliki hak untuk memilih sosok yang mereka anggap pantas dijadikan pemimpin.

“Dalam rangka mensukseskan pemilihan lurah di Kabupaten Bantul yang aman, damai, sejuk, dan sukses dalam penyelenggaraannya, mulai saat ini kita menjadi satu kesatuan bagian yang utuh yang tidak terpisahkan, sehingga masyarakat dapat memilih pemimpin yang akan menjadi pioner dalam membangun kalurahannya, serta sukses menempatkan pemimpin-pemimpin terbaik di tingkat kalurahan.

“Kepada para kandidat/calon saya harapkan dapat mengendalikan basis massa pendukungnya untuk menghindari konflik yang tidak kita inginkan.” lanjut Halim. (*)