
Mahasiswa KKN-PPM UGM Adakan Sosialisasi Tanggap Bencana di Desa Bomo
- PACITAN, Jogjaaja.com - Tim KKN-PPM UGM Periode 4 di Desa Bomo, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, berhasil melaksanakan kegiatan sosialisasi pelatihan tangga
News
PACITAN, Jogjaaja.com - Tim KKN-PPM UGM Periode 4 di Desa Bomo, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, berhasil melaksanakan kegiatan sosialisasi pelatihan tanggap bencana yang berjudul “Bomo Tanggap Bencana”.
Sosialisasi pelatihan digelar bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat luas akan adanya potensi bencana di wilayah karst.
Berlian Prasasti selaku ketua pelaksana kegiatan menyampaikan tema ‘Bomo Tanggap Bencana’ diangkat karena Desa Bomo merupakan wilayah dengan potensi bencana alam pada daerah karst yang didominasi oleh batuan kapur. Sebagai bagian dari program yang diusung oleh tim KKN, sosialisasi pelatihan ini penting dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat.
- Yuk Rayakan World Hijab Day Dengan Rawat Rambut di Salon Partner Biolage!
- Makan Mie Cuma Rp7000 di Mie Nyinyir
- Deretan Warung Makan di Yogya Dengan Nama Unik, Yuk Langsung Mampir..
- Mahasiswa KKN-PPM UGM Adakan Sosialisasi Tanggap Bencana di Desa Bomo
- Yuk Urus Izin Usaha Secara Online, Begini Caranya
- TP PKK DIY Ikut Bergerak Mempercepat Vaksinasi Covid-19
Kegiatan sosialisasi pelatihan dilaksanakan pada hari Selasa (12/1) di Aula Goa Gong, Desa Bomo dihadiri oleh Kepala-kepala Dusun Desa Bomo yang berjumlah sebelas orang. Tampak hadir pula Kepala Kawasan Wisata Goa Gong, Sarwanto, praktisi pariwisata Desa Bomo, dan Karang Taruna Desa Bomo.
“Sedangkan sebagai program kolaborasi, materi tanggap bencana disampaikan secara komprehensif oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana Kabupaten Pacitan," ujar Berlian, di Kampus UGM, Jumat (21/1) .
Dalam sosialisasi materi pertama, berjudul Sosialisasi Potensi Bencana disampaikan Diannitta Agustinawati, SE selaku Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Pacitan. Materi kedua oleh Staf Sekretariat BPBD, Mochamad Arif Yasono, A.Ma., yang menyampaikan topik berjudul Pemantapan Pelatihan Penanganan Gawat Darurat (PPGD).
Dalam penyampaian materi PPGD ini selain teori-teori disampaikan pula praktik fisik pengangkatan dan memindahkan penderita ketika terjadi bencana. Sementara, materi terakhir disampaikan Moh. Arif Setiyadi, Staf seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD, perihal menyangkut tas siaga.
“Acara berlangsung selama kurang lebih dua jam dengan mematuhi protokol kesehatan sepanjang kegiatan. Materi-materi tanggap bencana ini penting untuk disampaikan dalam lingkup pariwisata, terutama di kawasan wisata alam Goa Gong berada di lahan karst sehingga penting untuk menggugah dan menjaga kesadaran para praktisi pariwisata serta pengunjung”, ucap Berlian.
Meski secara daring, Ari Cahyono selaku dosen pembimbing lapangan KKN-PPM UGM Punung menyampaikan ungkapan terima kasih atas dukungan banyak pihak untuk kegiatan ini.
- Beli Satu Gratis Satu di Morgans Kebab Maguwo
- Lewat SpaceX, Elon Musk Ingin Bangun Bandara Pesawat Supersonik di Ibu Kota Baru RI
- Sambut Tahun Baru Imlek, Pameran Seni Simo Wolu Lan Songo Hadir di Lippo Plaza
Ia menjelaskan aspek kesiagaan bencana memang harus ditanamkan di semua level masyarakat agar semua orang bisa berkontribusi sesuai dengan peranannya masing-masing ketika terjadi bencana. (*)
