
Masjid Keben Jadi Saksi Sejarah Kemerdekaan RI
- YOGYAKARTA memiliki keistimewaan yang tiada habisnya. Salah satunya adalah berkembangnya budaya Islam yang sangat kental dan tumbuh berkembangnya bersama dengan
Jogja
YOGYAKARTA memiliki keistimewaan yang tiada habisnya. Salah satunya adalah berkembangnya budaya Islam yang sangat kental dan tumbuh berkembangnya bersama dengan budaya Jawa yang ada.
Salah satu buktinya Masjid Kagungan Dalem Rotowijayan atau yang akrab disebut Masjid Keben.
Masjid Keben terletak di sisi barat Keraton Yogyakarta, dengan luas 500 meter persegi. Papan namanya ditulis menggunakan alfabet dan juga huruf Jawa.
Masjid yang kokoh dan gagah ini ternyata punya kaitan erat dengan sejarah perkembangan Islam di Yogyakarta.
Menurut catatan yang terterta di lingkunan masjid tertulis bahwa, masjid Rotowijayan merupakan lokasi pertahanan para prajurit Inggris pada saat melakukan serangan terhadap Kraton Yogyakarta, serangan tersebut dikenal sebagai geger spey.
Dari serambi masjid inilah komandan pasukan Inggris, Kolonel Galapsy terkena peluru pada bahunya.
Pada awalnya, masjid Kaben ditinggali oleh seorang abdi dalem bernama Abdi Dalem Suranata. Ia merupakan abdi dalem dari golongan santri yang merangkap menjadi prajurit keraton.
Dibangun pada 2 April 1792, pada masa pemerintahanHamengkubuwono II, masjid ini sengaja dibangun dengan tujuan untuk memperingati jumenengan dalem Sri Sultan Hamengkubuwono II dengan nama masjid Soronoto atau Suranata. Hal ini dikarenakan yang bertugas menjaga dan merawat masjid tersebut ialah Abdi Dalem Suranata.
Jika dihitung umur masjid Kaben, sudah berusia 227 tahun. Pada tanggal 17 Agustus 1826, masjid ini dipergunakan untuk menyemayamkan jenazah KGPAD Mangkudiningrat yang merupakan putra kesayangan HB II.
Dalam komplek masjid ini juga terdapat makan Kiai Driyoijoyo. Ia adalah seorang abdi dalem yang bertugas memayungi KGPAD Mangkudiningrat.
Sejak didirikan masjid Kaben telah mendapat banyak renovasi. Akan tetapi, perbaikan yang dilakukan pada masjid ini tidak merubah atau menghilangkan arsitektur asli dan ciri khas Keraton Yogyakarta, mulai dari warna, bentuk bangunan, hingga suasana yang ada di sana.
- Ini Sinopsis dan Link Nonton Drakor Tomorrow
- Walking Dead Tomate Diantara Tradisi dan Misteri
- Rekomendasi Tempat Asyik Berburu Takjil di Yogyakarta
Hingga saat ini, masjid Kaben masih difungsikan untuk beribadah. Letaknya yang sangat strategis di dekat wisata Kraton Yogyakarta membuat masjid ini ramai dikunjungi oleh wisatawan yang ingin menunaikan ibadah sholat lima waktu. (MG-01)
