
Pamer Kekuatan, Rusia Gencarkan Serangan Rudal Besar-Besaran ke Ukrana
- Rusia meluncurkan serangan rudal jelajah besar di seluruh Ukraina, termasuk serangan yang jarang dilaporkan di wilayah Transcarpathia Ukraina, yang berbatasan dengan Slovakia, Hongaria, dan Rumania di barat dan selatan.
News
KYIV-Rusia meluncurkan serangan rudal jelajah besar di seluruh Ukraina, termasuk serangan yang jarang dilaporkan di wilayah Transcarpathia Ukraina, yang berbatasan dengan Slovakia, Hongaria, dan Rumania di barat dan selatan.
Rudal Rusia juga dilaporkan mengenai sasaran di wilayah Lviv barat, dekat pelabuhan strategis Laut Hitam Odesa di selatan, di wilayah Dnipro di timur, dan di sekitar ibu kota Kyiv di utara.
Bagian dari jaringan listrik di dekat Lviv tampaknya termasuk di antara target. Hal ini meninggalkan kota tanpa listrik. Sebagaimana dilaporkan War Zone, rudal-rudal juga ditujukan untuk infrastruktur kereta api, yang diandalkan militer Ukraina untuk memindahkan material dan personel di seluruh negeri. Kepala Kereta Api Ukraina, perusahaan transportasi kereta api milik negara, mengatakan bahwa setidaknya enam stasiun kereta api telah dihantam.
Tidak jelas jenis rudal apa yang digunakan dalam serangan ini. S istem pertahanan pantai berbasis darat Bastion-P diduga menjadi salah satu rudal yang digunakan.
Terpisah ada laporan pasukan Rusia menyerang pabrik besi dan baja Azovstal di kota pelabuhan Mariupol. Sebelumnya Presiden Rusia Vladimir Putin telah memerintahkan serangan terhadap tempat itu dihentikan dan beralih ke strategi pengepungan rapat.
Perubahan nyata dalam rencana di Mariupol ini terjadi setelah gencatan senjata yang ditengahi PBB untuk memungkinkan warga sipil mengungsi dari kota berakhir. Setelah penghentian sementara pertempuran itu berakhir, pasukan Rusia segera kembali menembaki pabrik Avozstal.
Serangan rudal Rusia terakhir ini menjadi salah satu yang paling signifikan dalam skala dan cakupan sejak konflik dimulai hampir 10 minggu yang lalu. Selama berminggu-minggu terakhir pasukan Rusia setidaknya telah berusaha untuk meningkatkan serangan terhadap sasaran di Lviv dan daerah lain di Ukraina barat.
Lviv diyakini telah menjadi titik utama untuk bantuan militer dan lainnya. Kota ini juga menjadi pusat kegiatan diplomatik asing dan pengungsi yang melarikan diri dari daerah konflik yang lebih aktif lebih jauh ke timur.
Serangan yang menargetkan infrastruktur kereta api Ukraina adalah bagian dari tren baru-baru ini. Kereta api tetap menjadi moda transportasi utama di Ukraina, termasuk untuk kargo dan personel terkait militer. Sejumlah delegasi telah melakukan perjalanan ke ibu kota Kyiv dalam beberapa pekan terakhir dengan kereta api dari negara tetangga Polandia.
Demonstrasi kekuatan
Menembakkan rudal ke sasaran di barat, selatan, timur, dan utara Ukraina sekaligus juga dapat dilihat sebagai demonstrasi di pihak militer Rusia bahwa mereka masih mempertahankan kapasitas untuk menempatkan seluruh negara dalam bahaya. Ini semua terjadi ketika serangan Rusia yang diperbarui di bagian selatan dan timur Ukraina disebut Amerika dan barat berjalan lambat.
Pada saat yang sama, pengiriman bantuan militer asing ke Ukraina tidak hanya terus mengalir, tetapi telah berkembang baik dalam ukuran dan cakupan. Ini bisa semakin mengancam untuk menghambat kemajuan Rusia.
Menteri Pertahanan Amerika Lloyd Austin di hadapan Kongres mengungkapkan bahwa howitsser 155 mm M777 yang dipasok telah mencapai garis depan konflik di Ukraina.
Sebanyak 90 senjata ini rencananya akan dikirim dan sejauh ini sekitar 200 personel Ukraina telah dilatih untuk menggunakannya.
Australia dan Kanada juga telah mengirim atau sedang bersiap untuk mengirim, M777.
Sebuah laporan muncul Jerman dapat secara langsung memberikan Ukraina sejumlah howitzer 155mm PzH 2000.
- Mengapa Ada Tradisi Berbagi Angpau Lebaran, Begini Penjelasannya
- Ketupat Tak Hanya Makanan Khas Lebaran, Ternyata Punya Makna Mendalam
- Tidak Melulu Ketupat, Ini Makanan Khas Lebaran di Indonesia
Sebuah pernyataan terpisah dari pemerintah Inggris mengatakan bahwa negara tersebut akan menyumbangkan 13 kendaraan lapis baja tahan ranjau ke Ukraina. (*)
