
Pembangunan Selter Relokasi PKL Malioboro Capai 99 Persen
- YOGYA, Jogjaaja.com - Pemerintah Kota Yogya menyebut pembangunan selter relokasi pedagang kaki lima (PKL) yang dibangun di eks Dispar DIY telah mencapai 9
Jogja
YOGYA, Jogjaaja.com - Pemerintah Kota Yogya menyebut pembangunan selter relokasi pedagang kaki lima (PKL) yang dibangun di eks Dispar DIY telah mencapai 99 persen. Namun, Pemkot masih belum mengetahui apakah relokasi digelar Februari atau tidak.
"Tunggu timnya kalau soal kapan relokasi itu, tapi kesiapannya sudah lebih dari 99 persen, tinggal sedikit perbaikan, untuk penanda dan segala macam, terus meja dan segala macam," ujarnya, Jumat (21/1/2022).
Dalam pemantauan beberapa waktu lalu, Heroe menyatakan bahwa secara umum selter telah siap ditempati. Hanya saja masih membutuhkan beberapa perbaikan ringan di beberapa fasilitasnya.
- Menkes Apresiasi Semangat Warga Kabupaten Bantul untuk Ikuti Vaksinasi COVID-19
- Temukan Keseruanmu di Jogja Exotarium, Wisata Mini Zoo dan Adventure
- Telkom Luncurkan Leap Untuk Akselerasi Transformasi Digital di Indonesia
- Ada 31 Negara yang Pindahkan Ibu Kota, Cek selengkapnya Disini
- Jelang MotoGP Mandalika 2022, Properti OYO di Lombok yang Terstandarisasi Ini Masih Bisa Dipesan
- Penggemar K-Pop dan Drakor Bisa Ajukan Visa Hallyu, Begini Penjelasan dan Syaratnya
Nantinya, dua tempat relokasi yang baru itu yakni eks bioskop Indra dan eks gedung Dispar DIY bakal dinamakan Teras Malioboro. Hal ini sejalan dengan letak lokasinya.
"Karena lokasinya masih di Malioboro, jadi jangan sampai membuat orang berpikiran PKL-nya hilang. Kita pastikan PKL masih di Malioboro. Masuk teras malioboro itu dari timur bisa barat bisa selatan bisa, konsepnya semua di depan," katanya.
Heroe melanjutkan bahwa, lewat relokasi ini pihaknya memastikan bahwa PKL tetap berada di kawasan itu. Sehingga wisatawan yang berkunjung ke Malioboro tetap bisa merasakan suasana dan menjangkau pernak-pernik yang dijual pedagang.
"Beli oleh-oleh masih bisa di Malioboro, mau makan lesehan juga masih bisa, memang tidak bisa lagi di pinggir jalan seperi dulu. Jadi pada dasarnya orang bisa datang sepetti biasa, tidak ada perubahan. Malah semakin baik, dilihat saja, dibuktikan itu nanti," kata dia.
Menurut dia, penataan PKL ini juga bertujuan untuk mengatur alur wisatawan di lokasi itu. Sebab, selama ini beban Malioboro telah terlalu berat dan kerap dipadati oleh wisatawan.
- Senin, Vaksinasi Booster Bagi Lansia di Kota Yogyakarta
- Svarga Flora Coffee & Plants, Cara Nikmat Ngopi dengan Nuansa Hutan di Tengah Kota Jogja
- Lewat SpaceX, Elon Musk Ingin Bangun Bandara Pesawat Supersonik di Ibu Kota Baru RI
"Termasuk alir wisatawan juga kita atur sedemikian rupa, ini proses juga. Kita membangun Teras Malioboro ini terus berproses, kedepan masih ada pengembangan lain lebih lanjut dan akan semakin baik lagi," jelas dia. (Anz)
