
Pemda DIY Raih 2 Kategori KPPU Awards
- YOGYA, Jogjaaja.com - Wapres RI Ma’ruf Amin bersama Wakil Ketua KPPU, Guntur S. Saragih menyerahkan penghargaan KPPU Awards kepada DIY. Penghargaan diterima lan
Jogja
YOGYA, Jogjaaja.com - Wapres RI Ma’ruf Amin bersama Wakil Ketua KPPU, Guntur S. Saragih menyerahkan penghargaan KPPU Awards kepada DIY. Penghargaan diterima langsung oleh Asisten Setda DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan Tri Saktiyana, Selasa (14/12) di Hotel Pullman, Jakarta Selatan.
Pemda DIY sendiri berhasil meraih 2 kategori pada Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Awards 2021. Dua kategori tersebut adalah Kategori Kemitraan meraih penghargaan Utama, dan Kategori Persaingan Usaha mendapatkan penghargaan Pratama.
Tri Saktiyana mengungkapkan, setelah melalui penilaian langsung dari KPPU, Pemda DIY dinyatakan berhak menerima kedua penghargaan tersebut. Melalui survey yang dilakukan KPPU secara tertutup kepada pelaku usaha, serta dinas-dinas terkait seperti Dinas Perdagangan, Dinop UMKM, Kadin dan lain sebagainya, KPPU menilai DIY layak menerima penghargaan.
Lebih lanjut Tri Saktiyana menjelaskan, indikasi yang dinilai yaitu Structure, Performance, and Conduct. Struktur disini adalah struktur organisasi, kemudian termasuk pula regulasi. Selain itu performance kinerja, serta sikap para pelaku usaha menjadi aspek penting. Tidka hanya itu, KPPU melakukan juga penilaian terhadap Indeks Persaingan Usaha di masing-masing daerah di Indonesia. Hasil survey dan penilaian KPPU untuk DIY Indeks Persaingan Usaha tahun 2020 skor 4,90 dan di tahun 2021 naik menjadi 5,39.
“KPPU menyatakan Indeks Persaingan Usaha DIY saat ini berada di nomor 2 nasional. Tahun lalu, atau 2020, DIY berada di angka 13. Jadi mengalami kenaikan IPU yang sangat signifikan. Ini bagus sekali,” kata Tri Saktiyana.
Substansi persiangan usaha yang sehat menurut Tri Saktiyana akan menguntungkan bagi konsumen, karena tidak ada monopoli dan persaingan tidak sehat lainnya. Kemudian dari sisi kemitraan, diukur pula bagaimana kerjasama antar usaha mikro dengan usaha menengah. Beruntungnya, ada beberapa program kemitraan yang bagus di DIY seperti misalnya SiBakul Jogja milik Dinkop UMKM yang mampu meningkatkan kemitraan antara usaha mikro. Inovasi-inovasi inilah yang membuat dunia usaha di DIY berkembang dengan sangta positif.
“Pada kategori kemitraan, melalui program SiBakul, KPPU menilai dengan sangat baik dalam membina kemitraan antar usaha mikro, maupun menjembatani kemitraan yang lebih luas dengan usaha menengah dan besar,” jelas Tri Saktiyana.
Tri Saktiyana menegaskan, akan terus berupaya meningkatkan inovasi-inovasi baru yang lebih baik untuk meningkatkan juga kestabilan usaha di DIY. Persaingan usaha perlu dikedepankan dan harus apple to apple.
“Penghargaan ini akan jadi motivasi dari Pemda DIY untuk menjadi lebih bagus dan semakin bagus. Persaingan kemitraan akan menguntungkan semua pihak baik masyarakat maupun produsennya apabila terselenggara dengan sehat. Kita akan usaha terus untuk tahun depan supaya lebih dan lebih baik lagi,” ungkap Tri Saktiyana.
Sementara itu Wapres RI Ma’ruf Amin menyampaikan bahwa saat ini seluruh sektor mengalami perubahan. Pun dengan dengan kekuatan pasar yang harus pula memberikan insentif untuk beradaptasi dengan perubahan agar tidak megalami krisis.
- Jadi Pelakor dan Orang Ketiga di 'Layangan Putus', Anya Geraldine Sukses Bikin Penonton Gemas
- Kredivo-Bank Sahabat Sampoerna Luncurkan Kartu Flexi Card
- Di Jateng-DIY ada 1,1Juta Pengguna Livin by Mandiri
“Peran negara dalam transisi ini sangat besar khususnya dalam meminimalisir dampak langsung krisis. Peran persaingan dibutuhkan untuk jangka panjang yatu mencegah agar tindakan negara atas sektor atau pelaku usaha tidak mengarah pada konsentrasi pasat yang tinggi paska pemulihan,” ungkapnya.
Wapres Ma’ruf Amin menekankan pula terkait peran KPPU yang wajib mengingatkan pemerintah dalam hal pengambilan kebijakan. KPPU juga perlu meningkatkan pengawasan sektor digital terhadap kebijakan-kebijakan yang berpengaruh pada peta persaingan usaha. (*)
