Jogja

Pemkot Yogya Bakal Tata Pengguna Skuter Listrik di Malioboro

  • YOGYA, Jogjaaja.com -  Pemerintah Kota Yogyakarta memastikan bakal menata penggunaan skuter listrik yang kini marak di kawasan wisata utamanya Malioboro.Ha
Jogja
Ties

Ties

Author

YOGYA, Jogjaaja.com -  Pemerintah Kota Yogyakarta memastikan bakal menata penggunaan skuter listrik yang kini marak di kawasan wisata utamanya Malioboro.

Hal ini dilakukan untuk menjamin keamanan pengguna dan juga ketertiban lalu lintas di kawasan itu.

Walikota Yogya, Haryadi Suyuti mengatakan, skuter listrik yang kini sangat digandrungi wisatawan itu, masuk dalam kategori unstable vehicle. Sehingga tidak semua orang mendapatkan izin untuk mengendarainya, terutama di jalanan yang marak kendaraan bermotor. 

Oleh karenanya, ia menyebut pihaknya bakal mengundang pengelola untuk berkoordinasi terkait dengan pengaturan penggunaan skuter listrik itu. Dengan demikian, ada batas-batas tertentu yang nantinya bisa dilewati oleh pengguna skuter listrik.

"Sudah kami koordinasikan, baik dengan kepolisian, atau Satpol PP, untuk menertibkan otoped-otoped listrik itu, ya. Jangan latah juga lah, unstable vehicle seperti itu hanya boleh digunakan di kawasan tertentu saja," urainya, Minggu (9/1/2022).

"Mau saya tata Januari ini. Kita daftar, siapa saja sih penyelenggaranya. Pertanggungjawabannya bagaimana, seperti apa? Kalau sampai terjadi  apa-apa di jalan kan otomatis harus tanggung jawab," sambungnya.

Walau begitu, Wali Kota memastikan pihaknya tidak akan serta merta meminta penyedia jasa skuter listrik untuk berhenti beroperasi. Namun, ia berharap semua pihak menahan diri dahulu sepanjang proses penertiban. 

"Sehingga apabila masuk dalam kategori penertiban, ya, diharapkan jangan operasi dulu. Saya mohon menahan diri, karena sedang proses penertiban. Kita tata dulu lah, ini aturannya bagaimana," katanya. 

Ia pun tidak menutup kemungkinan kedepan akan ada semacam produk hukum yang mengatur soal tata kelola penyelenggaraan otoped listrik di kawasan pariwisata. Pasalnya, Wali Kota tak memungkiri tingginya minat wisatawan berdampak pada ekonomi masyarakat. 

"Kita coba buat regulasi. Nanti domainnya bagaimana, ya dilihat dulu, dikaji dulu. Itu kan mainan yang disewakan, jadi punya aspek ekonomi," terangnya. (*)