Pedagang mengemas minyak curah di salah satu kios pasar tradisional di Jakarta, Kamis, 4 November 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia
Jogja

Pemkot Yogya Imbau Minyak Goreng Subsidi Bukan untuk Dijual Kembali

  • YOGYA, Jogjaaja.com - Pemerintah Kota Yogya meminta kepada masyarakat yang memanfaatkan minyak goreng bersubsidi seharga Rp14.000 per liter untuk tidak lagi men
Jogja
Ties

Ties

Author

YOGYA, Jogjaaja.com - Pemerintah Kota Yogya meminta kepada masyarakat yang memanfaatkan minyak goreng bersubsidi seharga Rp14.000 per liter untuk tidak lagi menjual ulang. Sebab, sasaran komoditas itu peruntukkannya hanya bagi konsumen pengguna akhir.

Wakil Walikota Yogya, Heroe Poerwadi mengatakan, pihaknya bakal melakukan pengawasan soal pembelian minyak goreng subsidi. Petugas akan memantau pembelian yang dilakukan oleh masyarakat agar lebih tepat sasaran.

"Intinya tidak perlu ada upaya memborong. Karena mereka yang memborong kita pastikan akan diproses. Jangan ada upaya untuk membeli kemudian dijual lagi, minyak goreng subsidi ini hanya dijual untuk konsumen pengguna," kata Heroe, Kamis (20/1/2022).

Heroe menjelaskan, saat ini pihaknya tengah membahas sejumlah aturan berkaitan dengan pembelian minyak goreng bersubsidi. Nantinya dipastikan bakal ada pembatasan pembelian dengan jumlah tertentu agar pemanfaatannya tidak disalahgunakan.

"Kita sepakat dengan asosiasi bahwa harga Rp14.000 hanya dijua untuk konsumen. Makanya kita sepakat juga akan ada batas pembelian, ini sedang dirumuskan batasnya, karena bukan untuk diperjualbelikan lagi," tambah Heroe.  

Dia mengakui bahwa distribusi minyak goreng bersubsidi memang belum sepenuhnya merata. Hal ini diakibatkan oleh keterbatasan jangkauan, apalagi peluncuran program ini baru dikatakan per 19 Januari kemarin. Sehingga petugas masih akan melakukan upaya agar ketersediaannya merata.

"Ketersediaan memang belum banyak atau merata karena baru diluncurkan kemarin sehingga distribusinya belum merata sepenuhnya. Perlu waktu dan yang penting masyarakat tidak usah panik," jelas dia.

Sementara Dinas Perdagangan Kota Jogja menyatakan bahwa saat ini harga jual minyak goreng senilai Rp14.000 per liter sudah mulai diterapkan di gerai ritel berjejaring. Kebijakan ini akan dilakukan bertahap ke pasar tradisional lain di Kota Yogyakarta.

"Pasar rakyat diberikan waktu satu minggu untuk menyesuaikan harga dengan kebijakan  single price," ujar Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogya, Yunianto Dwi Sutono.

Dia menambahkan, di beberapa gerai ritel berjejaring pelaku usaha menjual minyak goreng kemasan dengan pembatasan yakni dua liter per konsumen. Harganya dipatok senilai Rp28.000 per dua liter.

"Sementara untuk retail lokal masih menjual dengan harga lama yakni Rp18.000 sampai dengan Rp20.000 per liter," kata Yun. (Anz)