
Pemkot Yogya Targetkan Zero Sampah ke TPA
- YOGYA, Jogjaaja.com - Pemerintah Kota Yogya menargetkan bisa menerapkan zero sampah atau nol pengiriman ke tempat pembuangan akhir (TPA). Upaya ini bisa dilakuk
Jogja
YOGYA, Jogjaaja.com - Pemerintah Kota Yogya menargetkan bisa menerapkan zero sampah atau nol pengiriman ke tempat pembuangan akhir (TPA). Upaya ini bisa dilakukan dengan cara memilah sampah mulai dari rumah tangga atau mengolahnya di bank sampah.
"Sampah harus diolah dan dimanfaatkan, jika memang benar-benar tidak bisa diolah baru bisa dibuang. Sampah organik maupun anorganik dapat dikelola sedemikian rupa," kata Wakil Walikota Yogya, Heroe Poerwadi saat memberikan bantuan gerobak sampah kepada Bank Sampah Bedeng Berseri RT 35 RW 08 Kelurahan Bumijo, Rabu (5/1/2022).
- WhatsApp Rilis Empat Fitur Terbaru
- Radar AESA Jet Tempur IF-21 Indonesia Tetap Dikontrol Ketat Korsel
- Ini Tren Pariwisata yang Diprediksi Bakal Viral di 2022
- Puncak Acara HAB ke 76 Kemenag, Bupati Bantul Buka Pagelaran Wayang Kulit
- Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun di SD Bias Giwangan, Orang Tua Antusias
- Ini Bahayanya Microsleep, Berikut Solusi Terbaiknya
Heroe mengungkapkan, kehadiran bank sampah juga berperan dalam mewujudkan zero sampah. Bank sampah bisa mengelola berbagai sampah organik dan non-organik menjadi berbagai jenis barang yang bernilai ekonomis.
"Misalnya sampah organik ini nantinya dapat diolah menjadi pupuk kompos ataupun eco enzym. Selain itu, sampah anorganik yang diolah bisa menjadi pernak-pernik yang bernilai ekonomi," jelasnya.
- Bukalapak Tanggapi Pengunduran Diri Rachmat Kaimuddin dari Jabatan Direktur Utama
- Sekda Lepas Ekspor Sebesar Rp22,4 Miliar, Komoditas Pertanian Jadi Andalan Pertumbuhan Ekonomi DIY
- Download Lagu MP3 dari YouTube Gratis Tanpa MP3 Juice, Begini Caranya
Ketua Bank Sampah Bedeng Berseri RT 35 RW 8 Kelurahan Bumijo, Kemantren Jetis Yogyakarta, Purwan Kamtini mengatakan, saat ini pengelolaan bank sampah masih tahap penyesuaian untuk pemanfaatan gerobak bank sampah.
“Saat ini kita masih mengumpulkan kertas dan dus dari warga, namun dalam sebulan tidak tentu pengumpulannya. Hingga saat ini kami belum mengolah kembali hasil kumpulan sampah tersebut,” ujarnya. (Anz)
