
Perbanyak Video dan Feed Akun Asing, Instagram Makin ‘Meng-TikTok-an’ Diri
- YOGYA, Jogjaaja.com - Instagram dan Facebook dikabarkan sedang menuju ke arah ‘TikTokisasi’.Mulai akhir 2023 nanti, perusahaan media sosial di bawah Meta ini ak
TECHNO
YOGYA, Jogjaaja.com - Instagram dan Facebook dikabarkan sedang menuju ke arah ‘TikTokisasi’.
Mulai akhir 2023 nanti, perusahaan media sosial di bawah Meta ini akan menampilkan lebih banyak konten Reels dari akun yang tak di-follow.
Perubahan besar pada dua platform ini disebut demi melawan dominasi TikTok yang menyajikan konten video berbasis kecerdasan buatan (AI).
TikTok sendiri merekomendasikan konten video yang disesuaikan dengan preferensi pengguna tanpa terbatas pada akun yang difollow (biasanya disebut ‘fyp’). Model rekomendasi ini lantas membuat TikTok menjadi salah satu media sosial yang paling banyak digunakan saat ini.
"Kecerdasan buatan (Al) menemukan konten tambahan yang menurut orang menarik, yang meningkatkan keterlibatan dan kualitas feeds kami," ujar Mark Zuckerberg dalam laporan kuartal kedua 2022 Meta pada Rabu pekan ini, dikutip dari The Verge, Sabtu (30/7/2022).
Zuckerberg juga menyebut penggunaan kecerdasan buatan untuk meningkatkan kualitas tidak hanya pada konten video, tetapi juga pada konten seperti foto dan tautan.
"Saya pikir apa yang kami lakukan akan sangat unik. Dan saya tidak berpikir orang mau dibatasi pada satu format saja," katanya, mengacu pada fokus tunggal TikTok pada video pendek,
Sebelumnya, Instagram juga mengumumkan konten dengan durasi di bawah 15 menit akan diunggah sebagai Instagram Reels, format yang mirip dengan konten TikTok.
Kendati demikian, rencana perubahan yang terjadi pada Instagram ini memicu banyak kritikan dari pengguna. Melansir TechCrunch, beberapa kreator meme bahkan melakukan protes langsung selama akhir pekan di Markas Besar Meta di New York, AS.
Selain itu, dua pesohor perempuan dengan pengikut terbanyak di Instagram, Kim Kardashian dan Kylie Jenner, juga memberikan kritikan.
Keduanya mengeluhkan Instagram yang dinilai semakin mirip TikTok, yakni suka mengutamakan video dan memunculkan konten dari orang yang tidak diikuti.
"Jadikan Instagram kembali Instagram," kicau dua saudari ini.
Menanggapi kritikan tersebut, Bos Instagram Adam Mosseri menyebut pihaknya tengah melakukan eksperimen dengan melakukan beberapa perubahan di platformnya.
"Kami sedang bereksperimen dengan sejumlah perubahan berbeda pada aplikasi, jadi kami mendengar banyak kekhawatiran dari Anda semua," kata Mosseri.
Pihaknya mengaku akan tetap mendukung konten berbentuk foto, karena itu adalah salah satu ciri khas Instagram. Meski demikian, Mosseri meyakini Instagram akan lebih condong kepada konten berbentuk video.
“Perlu saya katakan, sejujurnya: Saya yakin bahwa Instagram akan semakin condong ke video dari waktu ke waktu. Kami melihat ini bahkan jika kami tidak mengubah apa pun.”
- Peringati Hari Anak Nasional, Gojek & SGM Eksplor Selenggarakan Seminar & Lomba Mewarnai untuk Anak Mitra Gojek Solo
- Wisata Literasi, Big Bad Wolf Books Kembali Digelar di Yogyakarta
- Nikmati Healing Me Time dengan Cemilan Lezat
" Kami melihat ini bahkan jika Anda hanya melihat umpan kronologis," tuturnya. (Eff)
