Tren Leisure

Review Film Incantation, Kutukan Mencekam Sekte di Taiwan

  • YOGYA, Jogjaaja.com -  Film horor asal Taiwan, ‘Incantation’, yang tayang di Netflix sejak 8 Juli 2022 lalu mendapat kesuksesan besar.Bahkan, film bergaya
Tren Leisure
Ties

Ties

Author

YOGYA, Jogjaaja.com -  Film horor asal Taiwan, ‘Incantation’, yang tayang di Netflix sejak 8 Juli 2022 lalu mendapat kesuksesan besar.

Bahkan, film bergaya found-footage ini berhasil menjadi film paling laris di Pulau Formosa tersebut.

Secara garis besar, ‘Incantation’ mengangkat tema yang begitu mainstream dalam jagad film horor, yakni soal kutukan.

Film ini mengikuti kisah Li Ronan (Tsai Hsuan-yen), yang hidup dengan kutukan setelah ia ikut terlibat melanggar tabu dan pantangan sebuah sekte pada enam tahun sebelumnya.


Saat itu, Ronan bersama pacarnya, Chen Dom (Sean Lin), dan sepupu Dom, Yuan (Wen Ching-yu), tergabung dalam kelompok vlog ‘Pemburu Hantu’ datang ke sebuah desa terpencil. Di desa tersebut, tinggal warga bermarga Chen yang memiliki kuil dan upacara agama khusus.

Konon, ada sebuah terowongan terkutuk dan terlarang untuk dimasuki di kampung tersebut. Singkat cerita, di desa itu, Ronan bersama kawan-kawannya melanggar beberapa pantangan dalam kepercayaan sekte tersebut.

Alhasil, dua orang yang datang bersama Ronan harus tewas secara tragis. Ronan, satu-satunya yang selamat, harus hidup bersama kutukan yang juga turun ke anak gadisnya yang masih kecil.

Tetap Seram dengan Formula Lama
Film gaya found-footage sebenarnya bukan teknik baru dalam film. Bahkan, dalam beberapa waktu terakhir, film-film laris justru hadir dengan gaya ini.

Di hollywood, film-film seperti ‘Paranormal Activity’ atau trilogi ‘V/H/S’ mengikuti pakem ini. Baru-baru ini juga, dua sutradara kondang asal Thailand dan Korea membuat film bergaya found-footage yang laris di pasaran, ‘The Medium’.

Sementara di Indonesia, menyaksikan ‘Incantation’ akan mengingatkan kita pada film horor dengan teknik pengambilan gambar serupa, ‘Keramat, yang tahun ini akan dibuat sekuelnya.


Secara tema, ‘Incantation’-pun juga tak terlalu segar. Ia mengangkat tema kutukan, sebagaimana telah banyak dipakai dalam banyak film lain.

Namun, nuansa mencekam tetap bisa dirasakan sepanjang menonton film ini. Pertama melihatnya, penonton seolah mendapat perpaduan dari ‘The Exorcist’, Paranormal Activity, bahkan ‘Gonjiam’ .

Beberapa adegan seolah menjadi tribute untuk tiga film tersebut.
Ada banyak hal yang mampu menghadirkan kembali sensasi horor dalam ‘Incantation’.

Pertama, Incantation mengeksekusi cerita yang akrab dengan masyarakat Asia dengan baik. Kisah soal sekte, kepercayaan-kepercayaan mistis, kesurupan, dan lainnya sebenarnya sudah jadi makanan biasa bagi masyarakat benua kuno ini.

Incantation mengeksekusi premis tersebut dengan tampilan yang sederhana, tapi dengan persiapan yang matang. Kematangan itu terlihat dari segala aksesori, perlengkapan, hingga segala hal yang berkaitan dengan sekte dalam film ini.

Kevin Ko dan Chang Che-wei pun menulis skenario dengan cukup cermat, terlepas dari gaya penuturan yang sempat membuat pusing pada awal cerita atau mungkin terasa tak logis bagi penonton Barat.

Meski begitu, kedua penulis ini agaknya memang ingin membuat penonton berpetualang terlebih dahulu, dengan mengumpulkan keping demi keping cerita menakutkan nan tragis yang menimpa Li Ronan (Tsai Hsuan-yen).

Cerita tersebut kemudian digarap dengan amat baik oleh Kevin Ko yang juga bertindak sebagai sutradara. Gaya dokumenter yang dipilih, dengan beberapa bagian menembus dinding keempat, membuat sebagian penonton mau tak mau terseret ke dalam cerita.


Pengalaman ini mirip seperti ketika melihat Gonjiam (2018). Bedanya, Gonjiam membuat penonton seolah melihat tayangan uji nyali atau Masih Dunia Lain, yang sempat hits di Indonesia beberapa tahun lalu.

Selain itu, dua formula berani juga diambil dalam film ini: brutal dan minim jumpscare. Harus diakui, beberapa adegan seperti menyakiti diri sendiri, bunuh diri, hingga adegan brutal lain cukup mengganggu. Maka, film ini layak jika  mendapat label 21+.


Selain adegan brutal, minimnya jumpscare menjadi sisi kreatif lainnya. Idelnya, film horor memperbanyak adegan jumscare untuk menakut-nakuti penonton.

Namun, ‘Incantation’ membangun nuansa seram itu justru melalui pengambilan gambar dari sudut tidak terduga. Misalnya, saat putri Ronan berbicara dengan hantu, film ini sama sekali tidak menampilkan sosok tersebut.

Ia hanya digambarkan dengan bayangan dari pantulan lilin, yang berjalan mengikuti Ronan. Adegan ini begitu alami.

Selain itu, mantra dalam ‘Incantation’ juga membuat penonton masih terngiang. Seolah-olah kutukan dalam mantra itu juga mengikuti kita. (Eff)