Silaturahmi warga ke tempat saudaranya di Hari Raya Idul Fitri.
News

Setelah Dua Tahun, Warga Jogja Kembali Bersilaturahmi ke Tetangga dan Saudara di Hari Raya Idul Fitri

  • Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah tahun ini terasa berbeda dibandingkan 2 Lebaran sebelumnya. Setelah tidak ada silaturahmi offline selama dua Lebaran akibat pandemi COVID-19, tahun ini warga mulai kembali bersilaturahmi ke tetangga dan sanak saudara untuk bermaaf-maafan.
News
Tyo S

Tyo S

Author

Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah tahun ini terasa berbeda dibandingkan 2 Lebaran sebelumnya. Setelah tidak ada silaturahmi offline selama dua Lebaran akibat pandemi COVID-19, tahun ini warga mulai kembali bersilaturahmi ke tetangga dan sanak saudara untuk bermaaf-maafan. 

Momentum silaturahmi offline ini disambut antusias oleh warga. Mereka merasa Idul Fitri kembali ke ‘khitah’ dan berharap pandemi benar-benar berakhir.

Suasana silaturahmi dengan saling berkunjung ke tetangga tampak terlihat di Dusun Kaligawe RT 02 Geblag, Kalurahan Bantul, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul. Seusai menunaikan sholat Ied, warga saling mengunjungi tetangganya. Mereka pun mendapat jamuan berupa makanan ringan untuk dinikmati bersama.

“Saya senang, semangat Idul Fitri kembali seperti dulu. Tidak seperti dua tahun terakhir yang harus benar-benar membatasi silaturahmi offline,” kata seorang warga bernama Sarjiman. 

Tak hanya orang tua. Anak-anak juga sangat senang bisa ikut bersilaturahmi bersama orang tuanya. Tradisi di kampung ini, anak-anak mendapatkan angpao Lebaran dari tetangga yang mereka kunjungi.

“Seneng banget. Uangku jadi banyak. Soalnya tiap kali ke tetangga dapat angpao. Ada yang ngasih Rp2 ribu, Rp5 ribu, sampai Rp50 ribu. Pokoknya kalau Lebaran seperti ini seneng banget,” kata Irul.

Tak hanya ke tetangga, dalam silaturahmi Idul Fitri tahun ini, warga juga sudah mulai menyambangi sanak saudara mereka yang berada di luar kampungnya. Nana, seorang warga Sleman sengaja bersilaturahmi ke sanak saudaranya di Dusun Srunggo, Selopamioro, Imogiri, Bantul.

Menurutnya, silaturahmi ini sangat bermanfaat apalagi sudah dua tahun terputus akibat pandemi. Karena itu, ia langsung menyempatkan diri untuk mengunjungi saudaranya.

“Jauh-jauh dari Sleman, saya datang ke Srunggu untuk bertemu budhe, bulik, dan saudara-saudara sepupu saya. Sungguh ini terasa menyenangkan,” tandasnya. (*)