News

Didukung Ice Institute dan Acer, Game Working Space Diharapkan Cetak Talenta Berkualitas

  • SOLO, Jogjaaja.com  – ICE Institute bersama Acer Indonesia melalui Program mikro-kredensial Game Developer, menghadirkan Game Working Space, Pusat Pengemba
News
Ties

Ties

Author

SOLO, Jogjaaja.com  – ICE Institute bersama Acer Indonesia melalui Program mikro-kredensial Game Developer, menghadirkan Game Working Space, Pusat Pengembangan Teknologi dan Pembelajaran Game Pertama di Indonesia, yang berlokasi di Solo Technopark, Solo.

Hadirnya Game Working Space diharapkan dapat menjadi pusat unggulan teknologi game sebagai penunjang dalam pengembangan ekosistem game di Indonesia dari hulu ke hilir, sehingga dapat berkontribusi signifikan untuk kemajuan industri game nasional.


Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengatakan khadiran Game Working Space di Solo Technopark menjadi momentum untuk mendukung pelaku dan penggiat industri game di Indonesia. Dibukanya Game Working Space akan membawa kesempatan besar bagi talenta-talenta Game di Solo untuk dapat bergabung dan menjadi bagian untuk memajukan Industri Game nasional.

"Saya juga mengapresiasi komitmen yang ditunjukan Acer Indonesia, ICE Institute, dan Kedaireka dalam upaya meningkatkan kualitas game lokal serta menjadikan Solo Technopark sebagai pusat unggulan teknologi game pertama di Indonesia.”

Fransisca Maya sebagai  Head of Marketing Acer Indonesia mengatakan peresmian Game Working Space di Solo Technopark hari ini merupakan wujud dari Acer dalam mendukung dan menjadi akselerator industri gaming nasional.

 

Fasilitas di Game Working Space

"Sebagai pemain utama di industri PC nasional, kami tidak hanya menghadirkan produk produk gaming unggulan, kami juga ingin terlibat dalam sebuah program yang dapat memajukan ekosistem industri gaming, seperti  mengakselerasi penyediaan talenta game nasional untuk mendorong kemajuan industri game di Indonesia.”
Maya menjelaskan sejumlah kegiatan lain yang telah dilakukan Acer Indonesia untuk kemajuan industri game nasional, salah satunya mengadakan gelaran Predator League, yang merupakan salah satu kompetisi esport terbesar di dunia saat ini. 


"Sejak penyelenggaraannya di tahun 2017 lalu di Jakarta, Predator League bahkan telah menghasilkan banyak talenta berbakat, yang mampu mengharumkan nama Indonesia dalam kancah internasional”, tambah Fransisca Maya.


Maya menambahkan program Akselerasi Talenta Game Nasional untuk mendukung Industri Game di Indonesia didukung penuh Acer Indonesia, lewat pengadaan Hardware gaming unggulan di dalam Game Working Space, berupa 1 unit Predator Thronos full set, 1 unit Predator Orion PC, 12 unit Veriton PC, 12 unit Monitor XV242Y_P, 1 unit Projector BS-120P/PA, 10 unit Gaming Chairs, serta 1 unit Acer Swift 3 Ci5.

Produk unggulan yang dihadirkan Acer Indonesia untuk Game Working Space sebagian besar merupakan produk dalam negeri karya bangsa dengan tingkat kandungan dalam negeri atau TKDN dan bobot manfaat perusahaan atau BMP 40%.

Melalui peresmian Game Working Space ini, ICE Institute juga menghadirkan program akselerasi talenta game nasional sebagai keberlanjutan dari Program Micro-kredensial Game Developer. Program inkubasi ini secara khusus dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa unggulan untuk hilirisasi produk game yang telah dikembangkan.

 

Fasilitas di game Working Space Solo Techno Park

Dewi Wulandari, S.S. sebagai Koordinator Pembelajaran Belmawa, Kemendikbud Ristek mengatakan hadirnya Game Working Space pertama di Indonesia ini menjadi faktor untuk mendukung terbentuknya ekosistem pengembangan game nasional di Indonesia sekaligus guna membangun rantai industri game dengan mengakselerasi pertumbuhan organik melalui, pencetakan talenta, membanjiri pasar dengan game lokal, dan bersaing dengan pasar game internasional untuk meningkatkan rekognisi dan pendapatan negara.”

“Maka dari itu, dengan kolaborasi yang dilakukan bermanfaat untuk menjawab tantangan dalam pengembangan industri game di Indonesia, dengan melibatkan dunia pendidikan, dunia usaha dan dunia industri, masyarakat, pemerintah dan media yang pada akhirnya menghasilkan talenta game profesional”, tambah Dewi Wulandari.


Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, Universitas Terbuka berharap program akselerasi game nasional ini akan berkembang dan mampu meningkatkan produktivitas dan sustainabilitas. 

Sehingga berdampak pada peningkatan jumlah talenta game developer, startup bidang game, jumlah produksi game nasional, dan pada akhirnya dapat meningkatkan ekonomi Indonesia.