News

Mengenal Chris Pincher, dan Skandalnya Bikin Pemerintahan Inggris Gonjang-Ganjing?

  • LONDON, Jogjaaja.com - Pemerintah Inggris tengah gonjang-ganjing. Lebih dari 50 menteri mengundurkan diri, yang 38 di antaranya terjadi hanya dalam semalam.Bahk
News
Ties

Ties

Author

LONDON, Jogjaaja.com - Pemerintah Inggris tengah gonjang-ganjing. Lebih dari 50 menteri mengundurkan diri, yang 38 di antaranya terjadi hanya dalam semalam.

Bahkan, PM Boris Johnson memutuskan mundur dari jabatannya akibat kisruh politik ini.

Gonjang-ganjing itu bermula saat PM Johnson mengangkat seorang anggota parlemen yang merupakan sekutunya di Partai Konservatif Britania Raya, Chris Pincher, sebagai Deputy Chief Whip awal 2022.

Dalam website-nya, diketahui posisi ini sangat penting untuk mengatur kontribusi partai di parlemen. Namun, di awal Juli ini, Chris Pincher justru diselidiki oleh badan pengawas parlemen terkait tuduhan pelecehan seksual.

Dia dilaporkan meraba-raba dua pria yang yang dalam keadaan mabuk. Laporan BBC menunjukkan bahwa PM Johnson sebenarnya telah diberitahu soal dugaan pelecehan seksual Pincher pada 2019 lalu. Namun, ia tidak menindaklanjutinya.

Menteri Keuangan Rishi Sunak, salah satu menteri yang mengundurkan diri beberapa saat setelah skandal ini menguak, menumpahkan kekecewaannya.

Dalam surat pengunduran dirinya, Sunak mengatakan, "masyarakat sudah sepatutnya mengharapkan pemerintahan berjalan dengan baik, kompeten dan serius".

"Saya menyadari ini mungkin pekerjaan menteri terakhir saya, tapi saya percaya standar ini layak diperjuangkan, dan itulah mengapa saya mengundurkan diri," tulis Sunak, dikutip dari BBC, Kamis (7/7/2022).

Lalu siapa sebenarnya Chris Pincher?
Koresponden New York Times untuk Britania Raya, Matthew Mpoke Bigg, menuliskan bahwa Chris Pincher merupakan anggota parlemen dari Partai Konservatif yang mewakili wilayah Tamworth sejak tahun 2010. Wilayah itu diketahui tidak begitu jauh dari kota terbesar kedua Inggris, Manchester.

Pincher kini berusia 52 tahun dan memulai karir di badan pemerintahan sebagai asisten dalam badan Whip milik pemerintah pada tahun 2016 hingga 2017.

Karirnya di badan pemerintahan kemudian terus naik hingga menjadi menteri. Pada tahun 2019 hingga 2020, Pincher menduduki posisi Menteri Urusan Eropa dan Amerika. Lalu, di tahun 2020, ia menduduki jabatan sebagai Menteri Perumahan hingga diangkat menjadi Deputy Chief Whip pada Februari 2020 lalu.

Sementara itu, kejadian terkait pelecehan yang dilakukannya terjadi pada 29 Juni saat ia menghadiri acara di sebuah The Conservative Friends of Cyprus, organisasi relawan Partai Konservatif Britania Raya.

Laporan pelecehan itu diketahui seorang anggota parlemen yang kemudian melaporkannya ke Chris Heaton-Harris, sekretaris parlemen.

“Pincher pun akhirnya memutuskan mundur dari jabatannya. Ia mengaku tengah mabuk kala kejadian terjadi,” tulis Bigg.

Namun, seperti dilaporkan The Independent, sebenarnya skandal ini bukan yang pertama. Pada 5 November 2017, ia pernah mundur dari jabatannya di parlemen secara sukarela karena pengaduan pelecehan seksual di Westminster.

Dia dituduh melakukan pelecehan seksual ke mantan pendayung Olimpiade dan kandidat Partai Konservatif, Alex Story.

Bahkan, Story menyebut Pincher telah menjadikannya subjek rayuan seksual sejak 2001.

Kala itu, anggota parlemen itu mengundang Story ke flat-nya, di mana Pincher memijat lehernya. Pincher disebut berbicara banyak tentang "masa depan Story di Partai Konservatif" dan rayuan-rayuan sensual lainnya.

Pincher sempat membela diri atas tuduhan itu dan mengatakan tidak merasa melakukannya. Namun, ia meminta maaf jika Story merasa tersinggung dengan perilakunya.

Sementara itu, PM Johnson pada Selasa (5/7/2022) telah meminta maaf atas skandal yang dilakuan Pincher.


“Saya meminta maaf kepada semua orang yang sangat terpengaruh olehnya," kata PM Johnson dalam sebuah tayangan televisi, dikutip dari Reuters, Kamis (7/7/2022).

"Saya hanya ingin memperjelas bahwa tidak ada tempat di pemerintahan ini bagi siapa pun yang merupakan predator atau yang menyalahgunakan posisi kekuasaan mereka."

Beberapa saat setelah kehebohan itu, sejumlah menteri mengajukan resign dari pemerintahannya. Diawali oleh Menteri Keuangan Rishi Sunak, Menteri Kesehatan dan Sosial Sajid Javid, Menteri Anak dan Keluarga Will Quince, hingga Menteri Lingkungan Jo Churchill, dan terbaru sekretaris Wales Simon Hart.

Per hari ini, Kamis (7/7/2022), setidaknya sudah ada 50 menteri yang mengundurkan diri. (Eff)